Mediasaham.com, Jakarta — PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (IDX: SNLK) mencatat pendapatan sebesar Rp32,82 miliar pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Angka tersebut meningkat 9,20% dibandingkan pendapatan Rp30,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah kenaikan pendapatan, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp3,47 miliar, meski menyusut 39,36% dibandingkan rugi Rp5,73 miliar pada Januari–September 2025.
Perbaikan kinerja terlihat dari kenaikan laba bruto menjadi Rp17,77 miliar dari Rp16,47 miliar. Beban usaha juga turun menjadi Rp15,57 miliar dari Rp16,04 miliar. Namun, beban penyusutan yang mencapai Rp7,32 miliar membuat perseroan masih mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp3,47 miliar.
![]() |
| Fasilitar kamar hotel Sunter Lakeside Hotel Tbk. Dok Sunter Hotel |
Ringkasan Kinerja Keuangan SNLK September 2026
Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk pada sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali rugi per saham.
| Pos Keuangan | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp32,82 miliar | Rp30,05 miliar | Rp2,77 miliar | +9,20% |
| Beban Pokok Pendapatan | Rp15,05 miliar | Rp13,59 miliar | Rp1,46 miliar | +10,78% |
| Laba Bruto | Rp17,77 miliar | Rp16,47 miliar | Rp1,30 miliar | +7,90% |
| Beban Usaha | Rp15,57 miliar | Rp16,04 miliar | -Rp469,64 juta | -2,93% |
| Beban Penyusutan | Rp7,32 miliar | Rp7,23 miliar | Rp89,60 juta | +1,24% |
| Rugi Sebelum Pajak | -Rp3,47 miliar | -Rp5,73 miliar | Rugi turun Rp2,25 miliar | Rugi turun 39,36% |
| Rugi Bersih | -Rp3,47 miliar | -Rp5,73 miliar | Rugi turun Rp2,25 miliar | Rugi turun 39,36% |
| Rugi per Saham | -Rp7,7 | -Rp12,7 | Rp5,0 per saham lebih baik | Rugi per saham turun 39,37% |
Pendapatan Sunter Lakeside Hotel Tbk Naik 9,20%
Pendapatan Sunter Lakeside Hotel mencapai Rp32,82 miliar hingga September 2026, meningkat Rp2,77 miliar dibandingkan Rp30,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan diikuti pertumbuhan beban pokok pendapatan sebesar 10,78% menjadi Rp15,05 miliar dari Rp13,59 miliar. Karena beban pokok meningkat sedikit lebih cepat daripada pendapatan, laba bruto tumbuh 7,90% menjadi Rp17,77 miliar dari Rp16,47 miliar.
Margin laba bruto tercatat sekitar 54,14%, lebih rendah dibandingkan sekitar 54,78% pada sembilan bulan 2025. Perubahan ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi peningkatan proporsi laba bruto.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
- Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
- Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
- Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
- Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
- Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
- Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar
- Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
- Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
- Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
- Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
- Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
- SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
Beban Usaha Turun, Perseroan Masih Merugi
Beban usaha turun 2,93% menjadi Rp15,57 miliar dari Rp16,04 miliar. Meski demikian, perseroan juga mencatat beban penyusutan Rp7,32 miliar, sedikit meningkat dari Rp7,23 miliar pada periode sebelumnya.
Pendapatan lain-lain turun menjadi Rp910,89 juta dari Rp1,49 miliar. Sementara itu, pendapatan keuangan relatif stabil sebesar Rp748,17 juta, dibandingkan Rp743,87 juta pada sembilan bulan 2025. Beban keuangan turun tajam menjadi Rp5,83 juta dari Rp1,16 miliar.
Secara keseluruhan, rugi sebelum pajak sekaligus rugi periode berjalan menyusut menjadi Rp3,47 miliar dari Rp5,73 miliar. Artinya, rugi bersih berkurang sekitar Rp2,25 miliar atau 39,36% secara tahunan.
Rugi per saham juga membaik menjadi Rp7,7 per saham dari Rp12,7 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Aset Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) Turun Menjadi Rp202,40 Miliar
Per 30 September 2026, total aset Sunter Lakeside Hotel tercatat Rp202,40 miliar, turun Rp6,89 miliar atau 3,29% dibandingkan Rp209,29 miliar pada 31 Desember 2025.
| Posisi Keuangan | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Kas dan Setara Kas | Rp26,92 miliar | Rp27,62 miliar | -Rp706,17 juta | -2,56% |
| Piutang Usaha Pihak Ketiga | Rp1,18 miliar | Rp2,09 miliar | -Rp906,15 juta | -43,43% |
| Persediaan | Rp1,39 miliar | Rp1,09 miliar | Rp302,16 juta | +27,72% |
| Total Aset Lancar | Rp30,75 miliar | Rp31,34 miliar | -Rp592,94 juta | -1,89% |
| Aset Tetap | Rp94,25 miliar | Rp97,58 miliar | -Rp3,33 miliar | -3,42% |
| Properti Investasi | Rp58,56 miliar | Rp58,66 miliar | -Rp99,90 juta | -0,17% |
| Aset Hak-Guna | Rp16,17 miliar | Rp19,03 miliar | -Rp2,85 miliar | -15,00% |
| Total Aset Tidak Lancar | Rp171,66 miliar | Rp177,95 miliar | -Rp6,29 miliar | -3,54% |
| Total Aset | Rp202,40 miliar | Rp209,29 miliar | -Rp6,89 miliar | -3,29% |
Penurunan aset terutama berasal dari aset tetap yang turun Rp3,33 miliar serta aset hak-guna yang berkurang Rp2,85 miliar. Kas dan setara kas juga turun menjadi Rp26,92 miliar dari Rp27,62 miliar pada akhir 2025.
Di sisi lain, persediaan meningkat menjadi Rp1,39 miliar dari Rp1,09 miliar. Piutang usaha pihak ketiga justru menurun 43,43% menjadi Rp1,18 miliar.
Liabilitas Turun Menjadi Rp42,27 Miliar
Total liabilitas SNLK per 30 September 2026 mencapai Rp42,27 miliar, turun Rp3,41 miliar atau 7,47% dibandingkan Rp45,68 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang berkurang menjadi Rp12,99 miliar dari Rp16,40 miliar.
| Posisi Keuangan | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Utang Usaha Pihak Ketiga | Rp1,33 miliar | Rp2,40 miliar | -Rp1,07 miliar | -44,49% |
| Uang Muka Diterima | Rp2,54 miliar | Rp3,79 miliar | -Rp1,25 miliar | -32,94% |
| Liabilitas Jangka Pendek | Rp12,99 miliar | Rp16,40 miliar | -Rp3,41 miliar | -20,81% |
| Liabilitas Jangka Panjang | Rp29,28 miliar | Rp29,28 miliar | Rp0 | 0,00% |
| Total Liabilitas | Rp42,27 miliar | Rp45,68 miliar | -Rp3,41 miliar | -7,47% |
| Total Ekuitas | Rp160,14 miliar | Rp163,61 miliar | -Rp3,47 miliar | -2,12% |
Liabilitas jangka panjang relatif tidak berubah sebesar Rp29,28 miliar. Pos ini terutama terdiri dari liabilitas sewa Rp22,33 miliar, liabilitas imbalan kerja Rp669,33 juta, dan liabilitas pajak tangguhan Rp6,28 miliar.
Total ekuitas turun menjadi Rp160,14 miliar dari Rp163,61 miliar. Penurunan ini sejalan dengan saldo laba belum dicadangkan yang berubah dari positif Rp2,77 miliar menjadi negatif Rp803,43 juta, sementara perseroan mencatat rugi periode berjalan Rp3,47 miliar.
Arus Kas Operasi Masih Positif
Pada sembilan bulan 2026, Sunter Lakeside Hotel menghasilkan kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp306,03 juta. Angka tersebut turun 81,22% dibandingkan Rp1,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Arus Kas | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan Nominal |
|---|---|---|---|
| Kas Neto dari Aktivitas Operasi | Rp306,03 juta | Rp1,63 miliar | -Rp1,32 miliar |
| Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi | -Rp979,61 juta | -Rp834,25 juta | -Rp145,35 juta |
| Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan | -Rp32,59 juta | -Rp4,08 miliar | Penggunaan kas turun Rp4,05 miliar |
| Penurunan Neto Kas | -Rp706,17 juta | -Rp3,29 miliar | Penurunan kas menyusut Rp2,58 miliar |
| Kas dan Setara Kas Akhir Periode | Rp26,92 miliar | Rp20,57 miliar | Rp6,35 miliar |
Penerimaan dari pelanggan mencapai Rp32,29 miliar, sementara pembayaran kepada karyawan sebesar Rp11,48 miliar, pembayaran beban operasional Rp10,58 miliar, dan pembayaran kepada pemasok Rp10,66 miliar.
Aktivitas investasi menggunakan kas Rp979,61 juta, terutama untuk perolehan aset tetap sebesar Rp1,05 miliar. Sementara itu, kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan turun menjadi Rp32,59 juta dari Rp4,08 miliar pada periode sebelumnya, ketika perseroan melakukan pembayaran liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen.
Secara keseluruhan, kas dan setara kas turun Rp706,17 juta selama periode berjalan menjadi Rp26,92 miliar pada akhir September 2026.
Rasio Keuangan Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK)
Berdasarkan laporan keuangan yang tersedia, beberapa rasio berikut menggambarkan kondisi profitabilitas, likuiditas, dan struktur permodalan SNLK.
| Rasio | 2026 | 2025 |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Pendapatan | +9,20% | — |
| Margin Laba Bruto | 54,14% | 54,78% |
| Margin Laba Bersih | -10,58% | -19,05% |
| Current Ratio | 2,37x | 1,91x |
| Liabilitas terhadap Aset | 20,88% | 21,83% |
| Ekuitas terhadap Aset | 79,12% | 78,17% |
Current ratio meningkat menjadi 2,37 kali dari 1,91 kali, mencerminkan bahwa aset lancar masih lebih besar daripada liabilitas jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap aset juga turun menjadi 20,88% dari 21,83% pada akhir 2025.
Margin laba bersih masih negatif, tetapi membaik dari -19,05% menjadi -10,58%. Hal ini sejalan dengan penyusutan rugi bersih pada sembilan bulan 2026.
Kesimpulan Kinerja Keuangan SNLK September 2026
Kinerja PT Sunter Lakeside Hotel Tbk hingga September 2026 menunjukkan perbaikan dari sisi pendapatan dan penurunan rugi. Pendapatan meningkat 9,20% menjadi Rp32,82 miliar, sementara rugi bersih menyusut 39,36% menjadi Rp3,47 miliar.
Meski demikian, perseroan masih menghadapi tekanan dari beban pokok pendapatan dan penyusutan. Arus kas operasi juga menurun menjadi Rp306,03 juta, sedangkan total aset turun menjadi Rp202,40 miliar dan total ekuitas menyusut menjadi Rp160,14 miliar.
Di sisi lain, liabilitas turun menjadi Rp42,27 miliar dan current ratio meningkat menjadi 2,37 kali. Dengan demikian, laporan keuangan SNLK menunjukkan perbaikan tingkat kerugian, tetapi perseroan masih belum membukukan laba hingga akhir September 2026.
FAQ Kinerja Keuangan SNLK September 2026
Berapa pendapatan SNLK hingga September 2026?
PT Sunter Lakeside Hotel Tbk mencatat pendapatan Rp32,82 miliar pada sembilan bulan 2026, meningkat 9,20% dibandingkan Rp30,05 miliar pada periode yang sama 2025.
Berapa rugi bersih SNLK pada September 2026?
SNLK membukukan rugi bersih Rp3,47 miliar hingga September 2026, turun dari rugi Rp5,73 miliar pada sembilan bulan 2025.
Bagaimana posisi aset SNLK?
Total aset SNLK per 30 September 2026 tercatat Rp202,40 miliar, turun 3,29% dibandingkan Rp209,29 miliar pada 31 Desember 2025.
Bagaimana kondisi arus kas SNLK?
Arus kas operasi masih positif sebesar Rp306,03 juta. Namun, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Rp1,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp26,92 miliar.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments
Posting Komentar