92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

kode broker asing dan lokal
Gambar menampilkan grafik trading saham / Pixabay


Mediasaham.com - Kode Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Trading saham di Indonesia semakin diminati kaum muda dan milenial, baik pemula maupun profesional. Setiap kali para investor saham melakukan transaksi jual beli saham, maka aktivitas trading mereka akan terekam di salah satu broker saham.

Hal ini tidak terlepas dari peranan penting broker saham atau sekuritas dalam menjembatani investor dalam transaksi jual beli saham di BEI. Broker saham berperan sebagai perantara antara investor dan pasar modal, memfasilitasi transaksi jual-beli saham, memberikan layanan edukasi, hingga menyediakan berbagai fitur trading.

Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia

Di Indonesia, ada broker saham lokal dan broker saham asing. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar investor dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, gaya trading, serta keamanan investasi.

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

Saham Terbesar di Indonesia
Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Mediasaham.com - 20 Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia.

Pasar saham Indonesia semakin menarik diamati di tahun 2026. Daftar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia tidak lagi dikuasai oleh sektor perbankan seperti dua dan tiga tahun terakhir. Tapi sekarang, perusahaan di bidang energi ramah lingkungan, teknologi, dan pertambangan mineral penting mulai naik ke puncak daftar.

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia


Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per Januari 2026PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kini jadi saham terbesar dengan nilai pasar lebih dari Rp1.281 triliun. BREN berhasil menggeser Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang selama ini selalu nomor satu. 

Tak kalah menarik, sektor teknologi juga tumbuh kencang. DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan yang fokus pada pusat data (data center), sudah masuk tiga besar saham terbesar di Indonesia. Ini membuktikan bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital seperti server untuk cloud dan AI semakin penting. Selain itu semua orang butuh data yang aman dan cepat seperti untuk layanan e-commerce dan hal ini tentu saja membutuhkan dukungan dari perusahaan data center.

 Baca Juga91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI

Meskipun demikian, sektor perbankan masih jadi pondasi utama di pasar saham Indonesia. Bank besar seperti BBCABank Rakyat Indonesia (BBRI)Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) tetap bertahan di 10 saham teratas dengan nilai pasar triliunan rupiah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga semakin kuat, membuktikan bahwa perbankan berbasis syariah punya peran besar dalam keuangan inklusif di Indonesia.

Apa Itu Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar?

Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah saham dari perusahaan Tbk yang memiliki nilai total pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) dihitung dengan rumus sederhana:

👉 Market Cap = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar

Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 10 miliar lembar saham beredar dengan harga Rp1.000 per lembar, maka kapitalisasi pasarnya adalah Rp10 triliun.

Kenapa Kapitalisasi Pasar Penting?

  1. Mengukur besar nilai sebauh perusahaan
    Market cap sering digunakan untuk melihat seberapa besar nilai sebuah perusahaan dibanding kompetitornya. Semakin besar market cap, semakin besar pula perusahaan tersebut dinilai oleh pasar.

  2. Menunjukkan kepercayaan investor
    Perusahaan dengan market cap besar biasanya dianggap lebih stabil, punya fundamental kuat, dan dipercaya mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi.

  3. Menjadi acuan indeks pasar
    Di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan market cap terbesar sering masuk indeks populer seperti LQ45 dan IDX30, sehingga lebih banyak diperdagangkan oleh investor institusi.

Trading saham BBCA


Daftar 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

Berikut daftar 20 saham terbesar di Indonesia. Ranking ini diambil dari data IDX.co.id per Januari 2026.

  1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp1.281 triliun
    🔹 Sektor: Energi Terbarukan
    🔹 Perusahaan energi terbarukan terbesar di Indonesia, fokus pada pembangkit listrik berbasis panas bumi. Jadi pemimpin transisi energi nasional.

  2. Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp998 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BCA adalah bank swasta terbesar dengan basis nasabah ritel dan digital banking yang sangat kuat.

  3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)Rp737 triliun
    🔹 Sektor: Energi & Infrastruktur
    🔹 Bergerak di bidang energi listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur dengan diversifikasi bisnis yang kuat.

  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Rp610 triliun
    🔹 Sektor: Petrokimia
    🔹 Produsen petrokimia terbesar di Indonesia, penyedia bahan baku industri plastik dan kimia.

  5. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)Rp579 triliun
    🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
    🔹 Salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia, ekspor ke pasar internasional.

  6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)Rp562 triliun
    🔹 Sektor: Pertambangan Mineral
    🔹 Mengelola tambang Batu Hijau, produsen emas dan tembaga, serta membangun smelter tembaga strategis.

  7. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp552 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BUMN terbesar, unggul di segmen mikro, UMKM, dan jaringan cabang terluas.

  8. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)  Rp534 triliun
    🔹 Sektor: Teknologi (Data Center)
    🔹 Pioneer pusat data di Indonesia, mendukung ekosistem digital dan cloud computing nasional.

  9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)Rp451 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BUMN terbesar berdasarkan aset, fokus pada layanan korporasi, ritel, dan digital banking.

  10. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)Rp349 triliun
    🔹 Sektor: Telekomunikasi
    🔹 Pemimpin pasar telekomunikasi, mengoperasikan layanan seluler, broadband, hingga infrastruktur digital.

  11. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp286 triliun
    🔹 Sektor: Energi & Petrokimia
    🔹 Holding besar di bidang energi, petrokimia, serta induk perusahaan energi terbarukan BREN.

  12. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) – Rp286 triliun
    🔹 Sektor: Telekomunikasi
    🔹 Holding besar di bidang Infrastruktur Telekomunikasi dan Jasa Telekomunikasi Kabel

  13. PT Astra International Tbk (ASII)Rp284 triliun
    🔹 Sektor: Konglomerat (Multi-sektor)
    🔹 Konglomerat dengan bisnis otomotif, alat berat, jasa keuangan, agribisnis, dan teknologi.

  14. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp233 triliun
    🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
    🔹 Perusahaan batubara yang sedang naik daun, ekspansi produksi dan diversifikasi pasar.

  15. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) – Rp217 triliun
    🔹 Sektor: Properti & Real Estate
    🔹 Developer proyek superblok PIK 2, salah satu kawasan paling premium di Jabodetabek.

  16. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)Rp206 triliun
    🔹 Sektor: Investasi  Infrastruktur
    🔹 Bergerak di sektor investasi strategis, terutama pada energi, air, pelabuhan dan penyimpanan dan logistik.

  17. PT Bank Permata Tbk (BNLI) – Rp183 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank dengan layanan ritel dan korporasi, dimiliki oleh Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.

  18. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp155 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BUMN tertua, fokus pada pembiayaan korporasi, ritel, dan ekspansi global.

  19. PT MD Entertainment Tbk (FILM – Rp157 triliun
    🔹 Sektor: Media dan Hiburan
    🔹 Hiburan dan Film.

  20. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)Rp129 triliun
    🔹 Sektor: Holding Investasi / Ritel
    🔹 Memiliki portofolio saham strategis di Indomaret, Fast Food Indonesia (KFC), dan bisnis telekomunikasi.

Seorang investor sedang memperhatikan saham di layar ponsel


Analisis Kapitalisasi Saham Terbesar di Indonesia

1. Dominasi Sektor Energi Terbarukan & Petrokimia

Munculnya BREN di posisi puncak (Rp1.281 triliun) menandakan era baru di BEI, di mana investor memberikan valuasi sangat tinggi pada sektor Green Energy.

  • Grup Barito: Melalui BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN, grup ini menguasai porsi signifikan dari total market cap Top 20. Ini menunjukkan konsentrasi kekayaan pada satu grup konglomerasi yang sangat ekspansif di sektor sumber daya alam dan energi.
  • Valuasi Pertumbuhan: Saham seperti BREN dan CUAN sering kali dihargai bukan hanya dari laba saat ini, tetapi dari ekspektasi dominasi pasar energi masa depan.

2. Perbankan: “The Big Four” Tetap Menjadi Tulang Punggung

Meskipun posisi pertama bukan lagi bank, sektor perbankan tetap merupakan sektor paling stabil dan likuid di pasar modal Indonesia.

  • BCA (BBCA): Masih menjadi standar emas perbankan swasta dengan market cap hampir Rp1.000 triliun. Kepercayaan investor pada manajemen dan efisiensi digital BCA tetap tak tergoyahkan.
  • Bank BUMN (BBRI, BMRI, BBNI): Tetap menjadi pilar ekonomi nasional. BBRI dengan fokus UMKM dan BMRI dengan kekuatan korporasi memberikan keseimbangan bagi portofolio investor institusi.
  • Kejutan BNLI: Masuknya Bank Permata (BNLI) ke jajaran elit menunjukkan keberhasilan integrasi pasca-akuisisi oleh Bangkok Bank.

3. Kebangkitan Infrastruktur Digital & Teknologi

Data ini menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia telah memasuki fase infrastruktur fisik yang solid.

  • DCII & MORA: Masuknya DCI Indonesia dan Mora Telematika menunjukkan bahwa investor sangat menghargai aset “tanah digital” seperti data center dan jaringan fiber optik.
  • TLKM: Telkom tetap menjadi raksasa telekomunikasi nasional, namun posisinya mulai didekati oleh perusahaan infrastruktur digital yang lebih lincah.

4. Komoditas dan Mineral Strategis

Saham-saham berbasis sumber daya alam masih sangat relevan, namun mengalami pergeseran ke arah hilirisasi.

  • AMMN & BYAN: Amman Mineral (emas/tembaga) dan Bayan Resources (batubara) membuktikan bahwa komoditas tetap menjadi mesin penghasil uang terbesar, terutama dengan fokus pada proyek smelter dan hilirisasi.

Ringkasan Sektoral (Top 20)

Sektor Jumlah Emiten Catatan Utama
Perbankan 5 Sektor dengan fundamental paling solid dan stabil.
Energi & Mineral 6 Termasuk energi terbarukan, batubara, dan emas. Dominasi baru BEI.
Teknologi & Telko 3 Fokus pada infrastruktur digital seperti data center dan fiber optic.
Konglomerasi & Investasi 4 ASII tetap diversifikasi, sementara DNET dan CDIA fokus pada portofolio.
Properti & Hiburan 2 PANI (PIK 2) dan FILM menunjukkan kekuatan konsumsi domestik.
Analisa Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Kesimpulan

Pasar modal Indonesia tahun 2026 terlihat semakin terdiversifikasi. Jika sebelumnya BEI sangat bergantung pada perbankan dan batubara, kini sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), Infrastruktur Digital, serta Media dan Hiburan mulai mengambil porsi signifikan.

Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia

Namun, investor perlu mencermati bahwa beberapa emiten, khususnya di sektor energi dan teknologi, memiliki valuasi yang sangat premium. Ketahanan kapitalisasi pasar mereka sangat bergantung pada realisasi proyek strategis serta kondisi likuiditas pasar global.

Saham-saham dengan market cap besar biasanya disebut juga sebagai big cap. Perusahaan kategori ini umumnya sudah mapan, stabil, dan punya posisi penting di industrinya. Karena itulah, saham big cap sering dijadikan barometer utama pergerak IHSG dan banyak dipilih investor jangka panjang.

 Baca JugaKamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

Alasannya sederhana, karena saham kapitalisasi besar cenderung lebih likuid (mudah diperdagangkan) dan dianggap lebih aman dibanding saham menengah atau kecil.

Negara Alihkan Saham PTPP ke Badan Pengaturan BUMN, Ini Detail Perubahan Strukturnya!

Negara Alihkan Saham PTPP ke Badan Pengaturan BUMN, Ini Detail Perubahan Strukturnya!

PTPP
Pengerjaan konstruksi gedung bertingkat. Foto: PTPP.co.id


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten konstruksi pelat merah, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), melaporkan adanya perubahan struktur kepemilikan saham Negara Republik Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemberlakuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 7 Januari 2026, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham antara Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) pada tanggal 5 Januari 2026.

Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

teh sariwangi
Secangkir Teh Sariwangi / Tokopedia


JAKARTA, Mediasaham.com – Raksasa consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), secara mengejutkan mengumumkan pelepasan salah satu aset ikoniknya. UNVR resmi menjual seluruh bisnis teh dengan merek legendaris "Sariwangi" kepada PT Savoria Kreasi Rasa.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Januari 2026, nilai transaksi pengalihan bisnis ini disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000 (Rp1,5 Triliun) di luar pajak yang berlaku.

PNGO Tebar Dividen Interim Kedua Rp90 Per Saham, Intip Jadwal dan Yield-nya

PNGO Tebar Dividen Interim Kedua Rp90 Per Saham, Intip Jadwal dan Yield-nya

jadwal dividen pngo 2026
Dividen interim PNGO 2026 sebesar Rp 90 per saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Mediasaham.com – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Pinago Utama Tbk (PNGO). Emiten perkebunan ini secara resmi mengumumkan pembagian dividen interim kedua untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat Dewan Direksi pada 5 Januari 2026.

Berdasarkan surat keputusan No.001/DIR/PU/I/2026, PNGO akan membagikan total dividen interim sebesar Rp70.312.500.000 atau setara dengan Rp90 per lembar saham.

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Januari 2026)

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Januari 2026)

broker asing di indonesia
Ilustrasi Daftar Broker Asing di Indonesia. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Berinvestasi di pasar modal Indonesia (Bursa Efek Indonesia/BEI) kini semakin mudah diakses oleh investor, baik lokal maupun global. Namun, bagi sebagian investor, muncul pertanyaan krusial, terutama ketika melihat jejak transaksi: Apa saja Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI yang aman dan legal digunakan?

Memilih perusahaan sekuritas yang tepat adalah langkah pertama menuju kesuksesan investasi. Kriteria utama yang wajib dipenuhi adalah legalitas. Semua perusahaan efek yang beroperasi di Indonesia, termasuk yang berafiliasi dengan entitas asing, wajib mengantongi izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif, daftar lengkap Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI per Januari 2026, analisis mendalam mengenai layanan yang mereka tawarkan, dan mengapa kehadiran broker asing sangat penting bagi likuiditas dan transparansi pasar modal domestik.

Laba Bersih BCA November 2025 Tembus Rp52,6 Triliun di Tengah Penguatan CASA

Laba Bersih BCA November 2025 Tembus Rp52,6 Triliun di Tengah Penguatan CASA

Logo bank BCA

JAKARTA, Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan taji sebagai pemimpin pasar perbankan di Indonesia. Berdasarkan laporan posisi keuangan (individual) yang berakhir pada 30 November 2025 Laba Bersih BCA tembus Rp52,6 Triliun. BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid, baik dari sisi aset, penyaluran kredit, hingga profitabilitas.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi digitalisasi yang kuat serta manajemen risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi global. Berikut adalah bedah tuntas performa keuangan BCA periode November 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

Pertumbuhan Aset dan Dominasi Dana Murah (CASA)

Hingga November 2025, total aset BCA tercatat mencapai Rp1.527,2 triliun, tumbuh sebesar 7,9% (YoY) dari posisi Rp1.415,4 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar 5,19% menjadi Rp921,2 triliun dan kenaikan signifikan pada penempatan surat berharga yang mencapai Rp436,5 triliun.

Dari sisi liabilitas, kepercayaan nasabah tetap menjadi mesin utama pertumbuhan bank. Hal ini tercermin dari kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya pada komponen dana murah (CASA):

  • Giro: Tumbuh pesat menjadi Rp418,9 triliun dari sebelumnya Rp363,1 triliun.
  • Tabungan: Meningkat menjadi Rp594,2 triliun dibandingkan Rp551,7 triliun pada 2024.
  • Deposito: Mengalami sedikit penyusutan menjadi Rp186,6 triliun dari Rp194,6 triliun.
Saham RLCO ARA Berjilid - Jilid, Harga Meroket dari Rp168 ke Rp1.765 atau Terbang 950%

Saham RLCO ARA Berjilid - Jilid, Harga Meroket dari Rp168 ke Rp1.765 atau Terbang 950%

RLCO ARA Berjilid-jilid
Grafik saham RLCO terus mengalami ARA berjilid-jilid sejak IPO tanggal 8 Desember. Foto tangkapan layar Tradingview

JAKARTA, Mediasaham.com – Pasar modal Indonesia tengah dihebohkan oleh pergerakan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Sejak melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada awal Desember 2025, emiten ini terus mencatatkan sejarah dengan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di setiap hari perdagangan.

Hingga sesi perdagangan menjelang akhir tahun, 30 Desember 2025, saham RLCO telah bertengger di level Rp1.765. Angka ini menunjukkan kenaikan fantastis lebih dari 950% dibandingkan harga perdana saat IPO yang hanya sebesar Rp168.

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru PT Indika Empat Mitra Timor

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru PT Indika Empat Mitra Timor

anak perusahaan Indika
Ilustrasi Pendirian anak perusahaan Indika Energy. Adit Saputra / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten energi raksasa, PT Indika Energy Tbk. (INDY), kembali memperkuat struktur bisnisnya melalui langkah diversifikasi. Melalui keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), INDY mengumumkan pembentukan entitas anak usaha baru bernama PT Indika Empat Mitra Timor (IEMT).

Langkah ini mempertegas komitmen grup Indika Energy untuk memperluas portofolio bisnisnya di luar sektor tambang batu bara konvensional.

Tutup Tahun 2025 dengan Gemilang, PT PP Presisi Tbk (PPRE) Kantongi Kontrak Baru Rp1,2 Triliun

Tutup Tahun 2025 dengan Gemilang, PT PP Presisi Tbk (PPRE) Kantongi Kontrak Baru Rp1,2 Triliun

mining services
Ilustrasi gambar excavator dan dump truck yang selalu digunakan di proyek PT Presisi. Radit M. Pase / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten jasa pertambangan dan konstruksi terintegrasi, PT PP Presisi Tbk (PPRE), mencatatkan prestasi membanggakan di penghujung tahun 2025. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk ini sukses mengamankan tiga kontrak baru secara konsolidasian dengan nilai total mencapai Rp1,2 triliun.

Pencapaian ini menjadi katalis positif bagi kinerja fundamental perusahaan sekaligus memperkuat posisi PPRE sebagai pemain utama di sektor mining services dan konstruksi nasional.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham