Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun

Mediasaham.com – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih Rp1,01 triliun pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Capaian tersebut meningkat 7,03% dibandingkan laba bersih Rp945,42 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah pendapatan pengelolaan dana oleh Bank sebagai mudharib yang turun 1,56% menjadi Rp3,86 triliun dari Rp3,92 triliun. Namun, pendapatan operasional bersih meningkat 5,64% menjadi Rp1,29 triliun, didukung oleh penurunan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai.

Karyawan BPTN Syariah sedang memberikan edukasi keuangan pada nasabah. Dok/BTPN Syariah

Dari sisi neraca, total aset BTPS per 30 September 2026 mencapai Rp23,99 triliun, naik 5,45% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp22,75 triliun. Total ekuitas juga meningkat 6,58% menjadi Rp10,62 triliun.

Ringkasan Kinerja Keuangan BTPS September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian PT Bank BTPN Syariah Tbk untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 dan 30 September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib Rp3,86 triliun Rp3,92 triliun -Rp61,04 miliar -1,56%
Hak bagi hasil milik Bank Rp3,51 triliun Rp3,56 triliun -Rp46,18 miliar -1,30%
Pendapatan operasional bersih Rp1,29 triliun Rp1,22 triliun Rp68,63 miliar 5,64%
Laba sebelum pajak Rp1,29 triliun Rp1,22 triliun Rp69,14 miliar 5,68%
Laba bersih Rp1,01 triliun Rp945,42 miliar Rp66,45 miliar 7,03%
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp1,01 triliun Rp945,67 miliar Rp66,14 miliar 6,99%
Laba bersih per saham dasar/dilusian Rp131 per saham Rp123 per saham Rp8 per saham 6,50%

Pendapatan BTPS Turun Tipis

PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatat pendapatan pengelolaan dana oleh Bank sebagai mudharib sebesar Rp3,86 triliun hingga September 2026, turun 1,56% dari Rp3,92 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut terutama berasal dari margin murabahah sebesar Rp3,35 triliun. Nilai ini turun dari Rp3,43 triliun pada September 2025.

Di sisi lain, pendapatan bagi hasil dari pembiayaan mudharabah tercatat Rp7,61 miliar, sementara pendapatan bagi hasil dari pembiayaan musyarakah mencapai Rp46,29 miliar. Pendapatan usaha utama lainnya tercatat Rp455,90 miliar, turun dari Rp464,23 miliar.

Setelah memperhitungkan hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer sebesar Rp352,61 miliar, hak bagi hasil yang menjadi milik Bank mencapai Rp3,51 triliun, turun 1,30% dibandingkan Rp3,56 triliun pada periode sebelumnya.

Pendapatan Operasional Bersih Meningkat

Meskipun pendapatan pengelolaan dana turun, pendapatan operasional bersih BTPS meningkat 5,64% menjadi Rp1,29 triliun dari Rp1,22 triliun.

Salah satu faktor yang mendukung kenaikan tersebut adalah penurunan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai. Pos ini tercatat Rp381,10 miliar pada September 2026, turun dari Rp630,81 miliar pada September 2025.

Sementara itu, beban tenaga kerja meningkat menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,19 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp585,55 miliar dari Rp518,02 miliar.

Secara keseluruhan, beban operasional lainnya turun menjadi Rp2,25 triliun dari Rp2,38 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih BTPS Naik 7,03%

Laba sebelum pajak penghasilan BTPS mencapai Rp1,29 triliun hingga September 2026, naik 5,68% dibandingkan Rp1,22 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp275,20 miliar, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp1,01 triliun. Angka ini meningkat Rp66,45 miliar atau 7,03% dari Rp945,42 miliar.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,01 triliun, naik 6,99% dari Rp945,67 miliar. Sementara laba yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali mencapai Rp77 juta, dibandingkan rugi Rp242 juta pada periode sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas terhadap pendapatan pengelolaan dana, margin laba bersih berada di kisaran 26,19% pada September 2026, meningkat dari sekitar 24,09% pada September 2025.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laporan Keuangan AXIO Q3 2026: Pendapatan Tumbuh 24,21%, Laba Naik 73,66%
  2. Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
  3. Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun
  4. Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026
  5. Laporan Keuangan PTPP September 2026: Laba yang Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Meroket Jadi Rp259,97 Miliar
  6. Laporan Keuangan PJAA  September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
  7. Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
  8. Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
  9. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  10. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun

EPS BTPS Naik Menjadi Rp131 per Saham

Laba bersih per saham dasar/dilusian BTPS meningkat menjadi Rp131 per saham hingga September 2026 dari Rp123 per saham pada periode yang sama tahun 2025.

Dengan demikian, laba bersih per saham mengalami kenaikan Rp8 per saham atau sekitar 6,50% secara tahunan.

Posisi Aset BTPS September 2026

Per 30 September 2026, total aset BTPS mencapai Rp23,99 triliun, meningkat Rp1,24 triliun atau 5,45% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp22,75 triliun.

Investasi pada surat berharga menjadi salah satu komponen aset terbesar, dengan nilai Rp9,92 triliun. Nilai tersebut relatif stabil dibandingkan Rp9,89 triliun pada akhir 2025.

Piutang murabahah bersih meningkat menjadi Rp8,88 triliun dari Rp8,39 triliun. Kenaikan ini mencapai sekitar Rp491,22 miliar atau 5,85%.

Pembiayaan musyarakah bersih juga meningkat menjadi Rp1,21 triliun dari Rp963,05 miliar. Sementara pembiayaan mudharabah bersih relatif stabil di sekitar Rp199,98 miliar.

Posisi Keuangan 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Total aset Rp23,99 triliun Rp22,75 triliun Rp1,24 triliun 5,45%
Piutang murabahah bersih Rp8,88 triliun Rp8,39 triliun Rp491,22 miliar 5,85%
Investasi pada surat berharga Rp9,92 triliun Rp9,89 triliun Rp27,33 miliar 0,28%
Pembiayaan musyarakah bersih Rp1,21 triliun Rp963,05 miliar Rp248,28 miliar 25,78%
Kas Rp490,82 miliar Rp628,08 miliar -Rp137,26 miliar -21,85%

Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer

Total liabilitas BTPS per 30 September 2026 tercatat Rp3,41 triliun, naik Rp550,24 miliar atau 19,24% dibandingkan Rp2,86 triliun pada akhir 2025.

Kenaikan tersebut antara lain berasal dari munculnya liabilitas kepada Bank Indonesia sebesar Rp319,69 miliar, sementara pada akhir 2025 pos tersebut belum tercatat.

Simpanan nasabah juga meningkat menjadi Rp2,40 triliun dari Rp2,28 triliun. Di dalamnya, tabungan wadiah pihak ketiga mencapai Rp2,37 triliun, naik dari Rp2,24 triliun.

Selain liabilitas, BTPS memiliki dana syirkah temporer sebesar Rp9,96 triliun pada September 2026, relatif stabil dibandingkan Rp9,93 triliun pada Desember 2025.

Tabungan mudharabah meningkat menjadi Rp1,37 triliun dari Rp886,64 miliar. Namun, deposito mudharabah turun menjadi Rp8,59 triliun dari Rp9,04 triliun.

Ekuitas BTPS Tumbuh 6,58%

Total ekuitas BTPS mencapai Rp10,62 triliun per 30 September 2026, meningkat Rp655,81 miliar atau 6,58% dibandingkan Rp9,96 triliun pada 31 Desember 2025.

Saldo laba belum dicadangkan meningkat menjadi Rp8,78 triliun dari Rp8,15 triliun. Sementara saldo laba yang dicadangkan naik menjadi Rp185 miliar dari Rp165 miliar.

Dengan total aset Rp23,99 triliun dan total ekuitas Rp10,62 triliun, struktur permodalan BTPS tetap didominasi oleh dana syirkah temporer dan liabilitas, dengan ekuitas memberikan kontribusi sekitar 44,26% terhadap total aset.

Arus Kas BTPS September 2026

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BTPS mencapai Rp622,47 miliar hingga September 2026. Nilai tersebut turun 56,03% dibandingkan Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan arus kas operasi terutama dipengaruhi perubahan aset operasi, termasuk kenaikan piutang murabahah sebesar Rp427,82 miliar dan kenaikan pembiayaan musyarakah sebesar Rp248,26 miliar.

Dari aktivitas investasi, BTPS mencatat arus kas bersih keluar sebesar Rp151,94 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan arus kas keluar Rp157,53 miliar pada September 2025.

Arus kas aktivitas pendanaan juga mencatat arus kas keluar Rp36,22 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp465,78 miliar pada periode sebelumnya. Perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh tidak adanya pembayaran surat berharga yang diterbitkan dan adanya penerimaan pendanaan dari Bank Indonesia sebesar Rp319,69 miliar.

Arus Kas Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp622,47 miliar Rp1,42 triliun -Rp793,07 miliar -56,03%
Arus kas bersih dari aktivitas investasi -Rp151,94 miliar -Rp157,53 miliar Rp5,59 miliar 3,55%
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan -Rp36,22 miliar -Rp465,78 miliar Rp429,56 miliar 92,22%
Kenaikan bersih kas dan setara kas Rp434,30 miliar Rp792,22 miliar -Rp357,92 miliar -45,18%
Kas dan setara kas akhir periode Rp4,11 triliun Rp4,44 triliun -Rp326,12 miliar -7,35%

Kas dan Setara Kas Turun 7,35%

Kas dan setara kas BTPS pada akhir September 2026 tercatat Rp4,11 triliun, turun 7,35% dibandingkan Rp4,44 triliun pada akhir September 2025.

Komponen kas dan setara kas tersebut terdiri dari kas sebesar Rp490,82 miliar, giro pada Bank Indonesia Rp2,01 triliun, giro pada bank lain Rp2,16 miliar, penempatan pada Bank Indonesia Rp20,06 miliar, penempatan pada bank lain Rp268 miliar, serta investasi pada surat berharga yang termasuk dalam kas dan setara kas sebesar Rp1,32 triliun.

Kesimpulan Kinerja Keuangan BTPS September 2026

Kinerja keuangan PT Bank BTPN Syariah Tbk hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan laba meskipun pendapatan pengelolaan dana mengalami penurunan tipis. Laba bersih meningkat 7,03% menjadi Rp1,01 triliun, sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 6,99% menjadi Rp1,01 triliun.

Pertumbuhan laba didukung oleh kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 5,64% dan penurunan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai dari Rp630,81 miliar menjadi Rp381,10 miliar.

Dari sisi neraca, total aset tumbuh 5,45% menjadi Rp23,99 triliun dan ekuitas meningkat 6,58% menjadi Rp10,62 triliun. Piutang murabahah serta pembiayaan musyarakah juga mengalami pertumbuhan dibandingkan posisi akhir 2025.

Namun, arus kas operasi turun cukup signifikan menjadi Rp622,47 miliar dari Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kas dan setara kas akhir periode juga turun menjadi Rp4,11 triliun dari Rp4,44 triliun.

Seri Belajar Saham

  1.  Apa Itu Trading? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Keuntungan dan Risikonya
  2. Apa Itu Saham? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya
  3. Cara Trading Saham untuk Pemula: Dari Nol Sampai Paham Strateginya
  4. Cara Jual Beli Saham di Bursa Efek Indonesia untuk Pemula
  5. Cara Membaca Candlestick Saham: Panduan Lengkap untuk Pemula
  6. Apa Itu Volume Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Cara Menggunakannya
  7. Cara Menentukan Support dan Resistance Saham
  8. Pola Candlestick Saham yang Sering Digunakan Trader
  9. Moving Average Saham: Pengertian, Jenis, Cara Membaca, dan Cara Menggunakannya
  10. RSI dalam Analisis Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Cara Menggunakannya

FAQ Kinerja Keuangan BTPS September 2026

Berapa laba bersih BTPS hingga September 2026?

BTPS mencatat laba bersih Rp1,01 triliun hingga September 2026, naik 7,03% dibandingkan Rp945,42 miliar pada September 2025.

Berapa pendapatan pengelolaan dana BTPS?

Pendapatan pengelolaan dana oleh Bank sebagai mudharib mencapai Rp3,86 triliun hingga September 2026, turun 1,56% dari Rp3,92 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa laba per saham BTPS?

Laba bersih per saham dasar/dilusian BTPS meningkat menjadi Rp131 per saham dari Rp123 per saham pada September 2025.

Berapa total aset BTPS per September 2026?

Total aset BTPS per 30 September 2026 mencapai Rp23,99 triliun, naik 5,45% dari Rp22,75 triliun pada 31 Desember 2025.

Bagaimana arus kas operasi BTPS?

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp622,47 miliar hingga September 2026, turun 56,03% dibandingkan Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham