Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar

Mediasaham.com – PT Onix Capital Tbk (OCAP) mencatat peningkatan rugi bersih pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, perseroan membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp25,34 miliar hingga 30 September 2026, lebih besar dibandingkan rugi Rp22,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kerugian terutama terjadi di tengah membesarnya kerugian selisih kurs mata uang asing.

Logo Onix Capital Tbk 

Perseroan belum mencatat pendapatan usaha pada periode Januari–September 2026 maupun Januari–September 2025. Beban usaha memang menurun, tetapi kerugian selisih kurs yang mencapai Rp20,20 miliar membuat rugi sebelum pajak dan rugi bersih OCAP semakin besar.

Ringkasan Kinerja Keuangan OCAP September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Onix Capital Tbk untuk periode Januari–September 2026 dan Januari–September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba bersih per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Pendapatan Usaha Rp0 Rp0 Rp0 —
Beban Usaha Rp5,29 miliar Rp5,83 miliar -Rp540,15 juta -9,26%
Rugi Usaha -Rp5,29 miliar -Rp5,83 miliar Kerugian turun Rp540,15 juta -9,26%*
Beban Lain-lain Bersih Rp20,04 miliar Rp16,58 miliar +Rp3,46 miliar +20,90%
Rugi Sebelum Pajak -Rp25,34 miliar -Rp22,41 miliar Kerugian naik Rp2,92 miliar +13,05%*
Rugi Bersih -Rp25,34 miliar -Rp22,41 miliar Kerugian naik Rp2,92 miliar +13,05%*
Rugi Komprehensif -Rp25,34 miliar -Rp22,41 miliar Kerugian naik Rp2,92 miliar +13,05%*
Rugi Bersih per Saham -Rp98,49 -Rp87,13 -Rp11,36 Kerugian per saham naik 13,04%

*Untuk pos kerugian, persentase menunjukkan perubahan besaran kerugian, bukan pertumbuhan kinerja positif.

Beban Usaha OCAP Menurun, tetapi Kerugian Operasi Masih Terjadi

OCAP membukukan total beban usaha sebesar Rp5,29 miliar pada Januari–September 2026, turun sekitar Rp540,15 juta atau 9,26% dibandingkan Rp5,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski beban usaha berhasil ditekan, perusahaan belum mencatat pendapatan usaha sehingga tetap mengalami rugi usaha sebesar Rp5,29 miliar.

Sejumlah komponen beban mengalami penurunan. Beban jasa profesional turun dari Rp1,67 miliar menjadi Rp671,40 juta. Beban administrasi dan umum justru meningkat dari Rp133,52 juta menjadi Rp390,32 juta. Sementara itu, beban gaji dan kesejahteraan karyawan relatif stabil, yakni Rp1,76 miliar pada 2026 dibandingkan Rp1,75 miliar pada 2025.

Beban bunga juga meningkat menjadi Rp2,30 miliar dari Rp2,04 miliar, atau bertambah sekitar Rp258,60 juta. Dengan demikian, penurunan total beban usaha belum cukup untuk mengimbangi beban lain-lain yang lebih besar.

Kerugian Selisih Kurs Membebani Kinerja OCAP

Faktor utama yang menekan hasil keuangan OCAP adalah kerugian selisih kurs mata uang asing. Pada Januari–September 2026, perseroan mencatat kerugian selisih kurs bersih sebesar Rp20,20 miliar, meningkat dari Rp16,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai kerugian tersebut bertambah sekitar Rp3,38 miliar atau 20,11%.

Di sisi lain, pendapatan bunga turun menjadi Rp155,51 juta dari Rp237,49 juta. Perseroan juga mencatat pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp314,02 ribu, dibandingkan Rp455,20 ribu pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, beban lain-lain bersih mencapai Rp20,04 miliar, meningkat dari Rp16,58 miliar. Kondisi tersebut membuat rugi sebelum pajak naik dari Rp22,41 miliar menjadi Rp25,34 miliar.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laporan Keuangan AXIO Q3 2026: Pendapatan Tumbuh 24,21%, Laba Naik 73,66%
  2. Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
  3. Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun
  4. Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026
  5. Laporan Keuangan PTPP September 2026: Laba yang Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Meroket Jadi Rp259,97 Miliar
  6. Laporan Keuangan PJAA  September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
  7. Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
  8. Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
  9. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  10. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
  11. Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
  12. Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar 

Rugi Bersih OCAP Naik Menjadi Rp25,34 Miliar

Rugi periode berjalan OCAP pada sembilan bulan pertama 2026 tercatat Rp25,34 miliar, dibandingkan Rp22,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, besaran kerugian meningkat sekitar Rp2,92 miliar atau 13,05%.

Perseroan tidak mencatat beban pajak pada kedua periode tersebut. Karena itu, rugi sebelum pajak sama dengan rugi bersih, masing-masing sebesar Rp25,34 miliar pada 2026 dan Rp22,41 miliar pada 2025.

Rugi komprehensif juga mencapai Rp25,34 miliar pada 2026, dibandingkan Rp22,41 miliar pada 2025. Tidak terdapat penghasilan komprehensif lain pada kedua periode pelaporan tersebut.

Rugi bersih per saham meningkat dari Rp87,13 menjadi Rp98,49. Angka tersebut menunjukkan bahwa kerugian per saham OCAP bertambah Rp11,36 dibandingkan periode Januari–September 2025.

Posisi Keuangan OCAP per 30 September 2026

Berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian, total aset OCAP pada 30 September 2026 tercatat Rp6,08 miliar, turun dari Rp9,43 miliar pada 31 Desember 2025. Penurunan terutama tercermin pada saldo kas dan setara kas.

Pos Keuangan 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Kas dan Setara Kas Rp6,04 miliar Rp9,39 miliar -Rp3,35 miliar -35,68%
Jumlah Aset Lancar Rp6,08 miliar Rp9,43 miliar -Rp3,35 miliar -35,55%
Jumlah Aset Rp6,08 miliar Rp9,43 miliar -Rp3,35 miliar -35,55%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Rp128,97 miliar Rp119,38 miliar +Rp9,59 miliar +8,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Rp179,96 miliar Rp167,56 miliar +Rp12,40 miliar +7,40%
Jumlah Liabilitas Rp308,93 miliar Rp286,95 miliar +Rp21,98 miliar +7,66%
Defisiensi Modal -Rp302,85 miliar -Rp277,51 miliar Defisiensi bertambah Rp25,34 miliar +9,13%*

*Persentase defisiensi modal menunjukkan peningkatan besaran kekurangan ekuitas.

Aset OCAP Turun 35,55%

Total aset OCAP pada akhir September 2026 mencapai Rp6,08 miliar, turun sekitar Rp3,35 miliar atau 35,55% dibandingkan Rp9,43 miliar pada akhir Desember 2025. Sebagian besar aset terdiri atas aset lancar, terutama kas dan setara kas.

Kas dan setara kas turun dari Rp9,39 miliar menjadi Rp6,04 miliar. Piutang bunga juga menurun dari Rp2,21 juta menjadi Rp763,83 ribu, sedangkan biaya dibayar di muka meningkat dari Rp29,63 juta menjadi Rp34,11 juta.

Aset tetap bersih tercatat sekitar Rp2,75 juta, turun dari Rp8,05 juta pada 31 Desember 2025. Dengan penurunan kas dan total aset tersebut, ruang likuiditas yang tercermin pada neraca menjadi lebih kecil dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

Liabilitas Meningkat dan Defisiensi Modal Membesar

Total liabilitas OCAP per 30 September 2026 tercatat Rp308,93 miliar, meningkat Rp21,98 miliar atau 7,66% dibandingkan Rp286,95 miliar pada 31 Desember 2025. Jumlah liabilitas jauh melampaui total aset perseroan, sehingga ekuitas konsolidasian tetap berada dalam posisi defisit.

Liabilitas jangka pendek meningkat menjadi Rp128,97 miliar dari Rp119,38 miliar. Komponen utamanya adalah utang pihak berelasi sebesar Rp109,38 miliar, naik dari Rp101,58 miliar. Beban akrual juga meningkat menjadi Rp19,51 miliar dari Rp17,72 miliar, sedangkan utang pajak turun menjadi Rp71,39 juta dari Rp80,64 juta.

Liabilitas jangka panjang mencapai Rp179,96 miliar, dibandingkan Rp167,56 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ini terutama sejalan dengan utang subordinasi yang meningkat dari Rp165,69 miliar menjadi Rp178,09 miliar. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang tercatat tetap sebesar Rp1,87 miliar.

Defisiensi modal OCAP membesar dari Rp277,51 miliar menjadi Rp302,85 miliar. Saldo defisit meningkat dari Rp328,58 miliar menjadi Rp353,92 miliar, sementara modal saham tetap Rp54,64 miliar dan saham treasuri tetap Rp3,19 miliar. Defisiensi modal yang membesar mencerminkan bahwa akumulasi kerugian terus menekan posisi ekuitas perseroan.

Arus Kas Operasi OCAP Masih Negatif

Pada Januari–September 2026, OCAP menggunakan kas bersih sebesar Rp3,35 miliar untuk aktivitas operasi. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan arus kas keluar operasional Rp4,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, arus kas keluar dari aktivitas operasi berkurang sekitar Rp837,85 juta atau 19,99%.

Pos Arus Kas Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal
Penerimaan Bunga Rp156,96 juta Rp233,61 juta -Rp76,65 juta
Pembayaran kepada Karyawan -Rp1,76 miliar -Rp1,75 miliar Arus keluar naik sekitar Rp2,86 juta
Pembayaran Operasional Lainnya -Rp1,75 miliar -Rp2,67 miliar Arus keluar turun Rp917,36 juta
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi -Rp3,35 miliar -Rp4,19 miliar Arus keluar turun Rp837,85 juta
Penerimaan Utang Pihak Berelasi Rp0 Rp12,39 miliar -Rp12,39 miliar
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas -Rp3,35 miliar Rp8,20 miliar Turun Rp11,56 miliar
Kas dan Setara Kas Akhir Periode Rp6,04 miliar Rp10,24 miliar -Rp4,20 miliar

Penerimaan bunga selama sembilan bulan 2026 tercatat Rp156,96 juta, turun dari Rp233,61 juta pada tahun sebelumnya. Pembayaran untuk aktivitas operasional lainnya berhasil ditekan menjadi Rp1,75 miliar dari Rp2,67 miliar, sehingga membantu mengurangi arus kas keluar dari kegiatan operasi.

Pada aktivitas pendanaan, OCAP tidak mencatat penerimaan utang dari pihak berelasi selama Januari–September 2026. Sebaliknya, pada periode yang sama tahun 2025, perseroan menerima pinjaman pihak berelasi sebesar Rp12,39 miliar. Perbedaan penerimaan pendanaan ini turut menjelaskan perubahan arus kas bersih, dari kenaikan Rp8,20 miliar pada 2025 menjadi penurunan Rp3,35 miliar pada 2026.

Kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp6,04 miliar, termasuk pengaruh positif perubahan kurs sebesar Rp2,15 juta. Saldo tersebut lebih rendah dibandingkan Rp10,24 miliar pada akhir September 2025.

Kesimpulan Kinerja Keuangan OCAP September 2026

Kinerja keuangan PT Onix Capital Tbk pada Januari–September 2026 masih menghadapi tekanan. Perseroan belum membukukan pendapatan usaha, sementara beban usaha mencapai Rp5,29 miliar. Walaupun beban usaha menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kerugian selisih kurs bersih meningkat menjadi Rp20,20 miliar dan mendorong rugi bersih naik menjadi Rp25,34 miliar.

Dari sisi neraca, total aset turun menjadi Rp6,08 miliar, sedangkan total liabilitas meningkat menjadi Rp308,93 miliar. Defisiensi modal juga membesar menjadi Rp302,85 miliar. Arus kas operasi masih negatif, meskipun jumlah kas yang digunakan untuk aktivitas operasi lebih rendah daripada periode pembanding.

Secara keseluruhan, laporan keuangan OCAP menunjukkan bahwa perseroan masih mencatat kerugian dan memiliki defisiensi modal yang besar. Perkembangan pendapatan, kerugian selisih kurs, kewajiban kepada pihak berelasi, serta arus kas menjadi sejumlah pos penting untuk dicermati dalam laporan keuangan berikutnya.

FAQ Kinerja Keuangan OCAP September 2026

Berapa rugi bersih OCAP pada Januari–September 2026?

OCAP mencatat rugi bersih sebesar Rp25,34 miliar, meningkat dibandingkan rugi Rp22,41 miliar pada Januari–September 2025.

Apa faktor utama yang menekan kinerja OCAP?

Salah satu faktor utama adalah kerugian selisih kurs mata uang asing bersih sebesar Rp20,20 miliar, naik dari Rp16,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa total aset OCAP per 30 September 2026?

Total aset OCAP tercatat Rp6,08 miliar, turun dari Rp9,43 miliar pada 31 Desember 2025.

Bagaimana kondisi ekuitas OCAP?

Perseroan mencatat defisiensi modal sebesar Rp302,85 miliar per 30 September 2026, lebih besar dibandingkan Rp277,51 miliar pada akhir 2025.

Bagaimana arus kas operasi OCAP?

Arus kas bersih dari aktivitas operasi masih negatif sebesar Rp3,35 miliar pada Januari–September 2026, tetapi lebih baik dibandingkan arus kas keluar Rp4,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham