Pendapatan Ancara Logistics (ALII) Turun 8,26% hingga September 2026, Laba Bersih Menyusut Tipis

Mediasaham.com, Jakarta — PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) membukukan pendapatan sebesar Rp701,52 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, turun 8,26% dibandingkan Rp764,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga terkoreksi tipis menjadi Rp328,84 miliar dari Rp330,14 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan tersebut, ALII mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp278,58 miliar. Sementara itu, total aset per 30 September 2026 mencapai Rp2,93 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp2,84 triliun.

Armada Ancara Logistics. Dok.ALII

Ringkasan Kinerja Keuangan ALII

Berikut sejumlah indikator keuangan konsolidasian ALII untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Indikator 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan Rp701,52 miliar Rp764,71 miliar -8,26%
Laba bruto* Rp318,16 miliar Rp364,33 miliar -12,67%
Laba bersih Rp328,84 miliar Rp330,14 miliar -0,40%
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp291,24 miliar Rp290,32 miliar +0,32%
Laba per saham dasar/dilusian Rp18,40 Rp18,34 +0,33%
Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp278,58 miliar Rp254,54 miliar +9,44%

*Laba bruto dihitung berdasarkan pendapatan dikurangi beban pokok pendapatan. Angka laba bruto pada teks laporan yang diterima tampak tidak selaras dengan urutan kolom, sehingga perlu dikonfirmasi pada dokumen sumber sebelum publikasi.

Pendapatan Menurun, Beban Pokok Ikut Berkurang

Pendapatan ALII selama sembilan bulan 2026 tercatat Rp701,52 miliar, lebih rendah Rp63,19 miliar dibandingkan Rp764,71 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Beban pokok pendapatan juga turun dari Rp400,37 miliar menjadi Rp383,36 miliar. Namun, penurunan beban pokok tersebut lebih kecil dibandingkan penurunan pendapatan. Berdasarkan pengurangan pendapatan dengan beban pokok, laba bruto secara aritmetis mencapai Rp318,16 miliar pada 2026, dibandingkan Rp364,33 miliar pada 2025.

Dengan perhitungan tersebut, margin laba bruto ALII berada di sekitar 45,35% pada sembilan bulan 2026, lebih rendah dibandingkan sekitar 47,64% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih Turun Tipis, Laba per Saham Naik

ALII membukukan laba bersih sebesar Rp328,84 miliar pada sembilan bulan 2026, turun sekitar 0,40% dari Rp330,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski laba bersih konsolidasian sedikit menurun, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp291,24 miliar dari Rp290,32 miliar. Laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali tercatat Rp38,52 miliar, dibandingkan Rp38,90 miliar pada periode sebelumnya.

Laba per saham dasar dan dilusian tercatat Rp18,40, naik dari Rp18,34. Pergerakan ini sejalan dengan peningkatan tipis laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  2. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
  3. Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
  4. Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar 
  5. Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
  6. Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
  7. Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
  8. Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
  9. Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
  10. SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
  11. Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
  12. Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026
  13. Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026
  14. Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 juta  hingga September 2026
  15. Kedaung Indah Can (KICI) Pangkas Rugi 67,74% Jadi Rp2,19 Miliar hingga September 2026

Total Aset ALII Naik Menjadi Rp2,93 Triliun

Berdasarkan laporan posisi keuangan per 30 September 2026, total aset ALII mencapai Rp2,93 triliun, naik 3,09% dibandingkan Rp2,84 triliun pada 31 Desember 2025.

Komponen Aset 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Kas dan setara kas Rp7,02 miliar Rp8,51 miliar -17,54%
Piutang usaha pihak berelasi Rp454,05 miliar Rp553,35 miliar -17,95%
Piutang pihak berelasi jangka panjang Rp1,26 triliun Rp1,16 triliun +8,77%
Aset tetap Rp873,42 miliar Rp883,49 miliar -1,14%
Uang muka pembelian aset tetap Rp111,33 miliar Rp44,09 miliar +152,39%
Total aset Rp2,93 triliun Rp2,84 triliun +3,09%

Piutang usaha kepada pihak berelasi turun menjadi Rp454,05 miliar dari Rp553,35 miliar. Sebaliknya, piutang pihak berelasi jangka panjang meningkat menjadi Rp1,26 triliun dari Rp1,16 triliun.

Uang muka pembelian aset tetap juga meningkat dari Rp44,09 miliar menjadi Rp111,33 miliar. Sementara itu, kas dan setara kas turun menjadi Rp7,02 miliar pada akhir September 2026 dari Rp8,51 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas Meningkat, Ekuitas Ikut Bertambah

Total liabilitas ALII per 30 September 2026 tercatat Rp663,61 miliar, meningkat dari Rp628,06 miliar pada akhir 2025. Di sisi lain, ekuitas bersih naik menjadi Rp2,30 triliun dari Rp2,18 triliun.

Komponen 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Liabilitas jangka pendek Rp340,33 miliar Rp410,60 miliar -17,12%
Liabilitas jangka panjang Rp253,02 miliar Rp287,73 miliar -12,06%
Total liabilitas Rp663,61 miliar Rp628,06 miliar +5,66%
Ekuitas bersih Rp2,30 triliun Rp2,18 triliun +5,67%

Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp340,33 miliar dari Rp410,60 miliar. Penurunan juga terjadi pada liabilitas jangka panjang, dari Rp287,73 miliar menjadi Rp253,02 miliar.

Dengan total aset Rp2,93 triliun dan total liabilitas Rp663,61 miliar, rasio liabilitas terhadap aset berada di kisaran 22,68%. Rasio ini merupakan perhitungan sederhana berdasarkan angka laporan posisi keuangan.

Arus Kas Operasi Positif Rp278,58 Miliar

Selama sembilan bulan 2026, ALII menghasilkan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp278,58 miliar, meningkat dari Rp254,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus Kas 9M 2026 9M 2025
Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp278,58 miliar Rp254,54 miliar
Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi Rp118,24 miliar Rp99,71 miliar
Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan Rp161,84 miliar Rp209,33 miliar

Arus kas investasi digunakan sebesar Rp118,24 miliar, terutama terkait perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap. Sementara itu, arus kas pendanaan tercatat negatif Rp161,84 miliar, termasuk pembayaran dividen sebesar Rp205,74 miliar.

Secara keseluruhan, arus kas operasi yang positif menunjukkan bahwa aktivitas operasi menghasilkan kas bersih selama periode pelaporan. Namun, posisi kas akhir periode tetap perlu dicermati bersama kebutuhan investasi, pembayaran dividen, dan kewajiban pendanaan perseroan.

Kesimpulan

Kinerja ALII hingga September 2026 menunjukkan pendapatan yang menurun 8,26% dan laba bersih yang terkoreksi 0,40% secara tahunan. Meski demikian, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat tipis dan arus kas bersih dari aktivitas operasi tetap positif sebesar Rp278,58 miliar.

Dari sisi neraca, total aset dan ekuitas meningkat dibandingkan akhir 2025, sedangkan total liabilitas naik lebih terbatas. Perubahan pada piutang pihak berelasi, uang muka pembelian aset tetap, dan saldo kas menjadi sejumlah pos yang dapat diperhatikan dalam membaca laporan keuangan ALII berikutnya.

FAQ Seputar Kinerja ALII

Berapa pendapatan ALII hingga September 2026?

ALII mencatat pendapatan Rp701,52 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, turun 8,26% dibandingkan Rp764,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa laba bersih ALII pada sembilan bulan 2026?

Laba bersih konsolidasian ALII tercatat Rp328,84 miliar, turun tipis dari Rp330,14 miliar pada sembilan bulan 2025.

Berapa total aset ALII per 30 September 2026?

Total aset ALII mencapai Rp2,93 triliun, meningkat dari Rp2,84 triliun per 31 Desember 2025.

Bagaimana arus kas operasi ALII?

Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat positif Rp278,58 miliar pada sembilan bulan 2026, dibandingkan Rp254,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham