10 Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia September 2026

10 Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia September 2026

Industri perbankan Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Dari ratusan bank yang beroperasi, hanya beberapa yang mampu masuk dalam jajaran bank terbesar di Indonesia dengan aset mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah dan modal inti yang sangat kuat.

Bank-bank tersebut tidak hanya memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat untuk menyimpan uang, mengajukan kredit, hingga menggunakan berbagai layanan perbankan digital.

Menentukan bank terbaik di Indonesia tidak hanya berdasarkan besarnya aset. Ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti modal inti, jaringan layanan, layanan digital, serta kontribusinya terhadap perekonomian.

Ilustrasi Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Pada 2026, posisi teratas masih didominasi oleh Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Central Asia (BCA).

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan bursa Indonesia
Seseorang sedang memperhatikan papan bursa. Adit Saputra / Mediasaham.com

Pengertian Papan Pencatatan Saham di BEI

Papan pencatatan saham adalah sistem klasifikasi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengelompokkan perusahaan tercatat (emiten) berdasarkan ukuran, kinerja, serta karakteristik bisnisnya.

Tujuan utama papan pencatatan adalah agar BEI dapat memantau dan membedakan jenis perusahaan yang sudah terdaftar, sekaligus membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai. Cek di sini daftar perusahaan yang terdaftar di BEI.

Saham Terus Naik, Apakah Ikut Beli?

Saham Terus Naik, Apakah Ikut Beli?

Saham Terus Naik
Ilustrasi Harga Saham Terus Naik. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Pernah melihat sebuah saham naik 5%, lalu 10%, kemudian 20% dalam beberapa hari? Awalnya kita hanya melihat.

Lalu mulai berpikir:

“Wah, naik terus. Kalau beli sekarang masih bisa untung nggak, ya?”

Kita melihat saham itu kembali naik. Akhirnya muncul pikiran lain:

“Kalau saya tidak beli sekarang, nanti keburu mahal.” Akhirnya kita membeli.

Beberapa menit kemudian harga naik. Kita senang.

“Benar kan, saham ini memang bagus!” Tetapi tidak lama kemudian harga berbalik turun. Turun 2%. Kemudian 5%. Lalu 10%.

Asing Borong BBRI Rp745 Miliar, Ini 10 Saham yang Paling Banyak Dibeli

Asing Borong BBRI Rp745 Miliar, Ini 10 Saham yang Paling Banyak Dibeli

Trading Saham
Trading Saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com

JAKARTA — Ada kabar menarik dari pasar saham Indonesia. Ketika IHSG naik 1,93% sepanjang perdagangan 18–21 Agustus 2026, investor asing ternyata kembali melakukan pembelian besar-besaran.

Salah satu saham yang paling banyak diburu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Dalam empat hari perdagangan tersebut, investor asing mencatat net buy BBRI sebesar Rp745,32 miliar.

Menariknya, harga saham BBRI juga ikut naik 3,53% menjadi Rp3.230 per saham.

Jadi, apakah ini tanda investor asing mulai kembali ke pasar saham Indonesia?

Jawabannya: belum tentu.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat lebih dalam.

Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari Tanpa Ribet

Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari Tanpa Ribet

 

trading saham harian

Mediasaham.com – Trading saham harian atau day trading sangat populer di kalangan anak muda gen Z khususnya para pemula. Tentu kamu juga pernah dengar istilah trading saham harian bukan? Simpelnya, ini cara cari untung dari jual-beli saham dalam waktu singkat bahkan hanya dalam hitungan menit dan jam.

Kalau investasi saham biasanya nunggu bertahun-tahun baru ada hasil, trading harian ini beda banget. Kamu beli saham dalam hitungan menit dan jual saat itu juga, bisa langsung dapet cuan.

Namun, di balik peluangnya yang besar, risikonya juga lebih tinggi. Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami cara kerja, strategi, hingga tips manajemen risiko agar tidak salah langkah. Yuk, kita bahas bareng-bareng biar nggak salah langkah.

Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari

Apa Itu Trading Saham Harian?

Trading saham harian (atau sering disebut day trading) adalah kegiatan jual beli saham di hari yang sama. Misalnya pagi hari kamu beli saham Bank BRI waktu harganya turun, siang harganya naik, langsung kamu jual.

Dari selisih harga itulah kamu dapet keuntungan. Tapi ingat, ini bukan tebak-tebakan. Kamu perlu tahu kapan waktu terbaik buat beli dan kapan harus jual.

Stockbit Melejit ke Puncak, Transaksi Tembus Rp665 Triliun hingga Juli 2026

Stockbit Melejit ke Puncak, Transaksi Tembus Rp665 Triliun hingga Juli 2026

volume trading saham
Ilustrasi Trading Saham di Bursa Efek Indonesia. Radit M. Pase


JAKARTA — Stockbit Sekuritas Digital menjadi perusahaan sekuritas dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Juli 2026, berdasarkan data year-to-date (YTD) yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.

Nilai transaksi Stockbit mencapai Rp665,22 triliun hingga Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 10,94% dari total nilai transaksi di BEI.

7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Agustus 2026)

7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Agustus 2026)

aplikasi trading saham
Aplikasi trading saham Bions. Dokumentasi Mediasaham.com


Mediasaham.com - Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia Agustus 2026.

Investasi saham sekarang makin mudah dilakukan, bahkan hanya lewat ponsel. Dengan hadirnya Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia, siapa pun bisa mulai belajar beli-jual saham tanpa perlu repot ke kantor sekuritas. Cukup download aplikasinya, buka akun, dan kamu sudah bisa pantau pergerakan harga saham kapan saja.

Banyaknya pilihan aplikasi trading saham tentu bisa buat bingung, terutama bagi yang baru mulai investasi. Setiap aplikasi punya kelebihan masing-masing — ada yang unggul di fitur edukasi, ada juga yang fokus di biaya transaksi murah. Karena itu, penting banget untuk tahu Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia yang paling cocok buat kebutuhan dan gaya investasimu.

Nabung Saham BBRI Untung apa Rugi? Cek Faktanya di Sini!

Nabung Saham BBRI Untung apa Rugi? Cek Faktanya di Sini!

yuk nabung saham
Ilustrasi Nabung Saham di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com


Ringkasan

  • Metode DCA & Konsistensi: Nabung saham berfokus pada teknik Dollar Cost Averaging (DCA), yakni menyisihkan dana tetap secara rutin untuk membeli saham Blue Chip guna membangun aset produktif tanpa terpengaruh kepanikan pasar.
  • Fokus pada Akumulasi Lot: Berdasarkan studi kasus BBRI, meskipun nilai pasar berfluktuasi secara jangka pendek, disiplin menabung memungkinkan investor mengumpulkan jumlah lot yang maksimal sebagai sumber pendapatan dividen yang stabil.
  • Manajemen Risiko & Waktu: Keberhasilan investasi ini bergantung pada penggunaan "uang dingin" dan cakrawala waktu jangka panjang (3-5 tahun) untuk memanfaatkan efek bunga majemuk serta memitigasi risiko penurunan harga.

Apakah Anda ingin melawan inflasi dengan strategi yang teruji secara historis? Nabung saham adalah metode investasi dengan cara menyisihkan dana secara rutin untuk membeli saham perusahaan secara konsisten dalam jangka panjang.

Berbeda dengan tabungan bank konvensional, menabung saham memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset (capital gain) dan pembagian laba perusahaan (dividen). Dalam artikel ini, kita akan membedah strategi nabung saham berdasarkan data riil pasar periode 2022 hingga akhir 2025.

Bank BNI (BBNI) Bagi Dividen Rp349,41 Per Lembar, Dividen Yield Mencapai 8%

Bank BNI (BBNI) Bagi Dividen Rp349,41 Per Lembar, Dividen Yield Mencapai 8%

jadwal dividen Bank BNI
Dividen BBNI 2026 Rp349 Per Lembar. Radit M. Pase / Mediasaham.com


MEDIASAHAM.COM, Jakarta – Bank BNI (BBNI) akan membagikan dividen sebesar Rp349,41 per lembar pada tanggal 7 April 2026. Keputusan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026. Bank pelat merah ini akan membagikan dividen dengan total sebesar Rp13,02 triliun dari laba bersih tahun lalu.

Angka tersebut setara dengan 65% dari total laba bersih Perseroan tahun buku 2025. Laba bersih BBNI yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp20,04 triliun per 31 Desember 2025.

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026

Ada 38 perusahaan sektor kesehatan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini. Dengan menjadi perusahaan publik, emiten-emiten ini tidak hanya mendapatkan akses pendanaan lebih luas, tetapi juga memperkuat transparansi dan tata kelola.

Berdasarkan data resmi yang tercatat hingga tahun 2026. Ke 38 perusahaan sektor kesehatan yang sudah melantai di BEI di kelompokkan ke berbagai papan pencatatan sesuai ketentuan OJK dan BEI. Mulai dari papan utama, pengembangan dan pemantauan khusus.


Daftar Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI
Dokter dan pasien saling bersalaman setelah selesai konsultasi kesehatan. Foto dokumentasi Mediasaham.com

Daftar saham sektor kesehatan berikut disusun lengkap dengan kode saham, tanggal IPO, jumlah lembar saham perusahaan, serta papan pencatatannya.  Sehingga mudah digunakan sebagai referensi bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI


1. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Kode Saham: DVLA
Tanggal IPO: 11 Nov 1994
Jumlah Saham: 1.120.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

2. Indofarma Tbk.

Kode Saham: INAF
Tanggal IPO: 17 Apr 2001
Jumlah Saham: 3.099.267.500
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

3. Kimia Farma Tbk.

Kode Saham: KAEF
Tanggal IPO: 04 Jul 2001
Jumlah Saham: 5.566.588.407
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

4. Kalbe Farma Tbk.

Kode Saham: KLBF
Tanggal IPO: 30 Jul 1991
Jumlah Saham: 46.813.391.540
Papan Pencatatan di BEI: Utama

5. Merck Tbk.

Kode Saham: MERK
Tanggal IPO: 23 Jul 1981
Jumlah Saham: 448.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

6. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

Kode Saham: MIKA
Tanggal IPO: 24 Mar 2015
Jumlah Saham: 13.907.481.500
Papan Pencatatan di BEI: Utama

7. Pyridam Farma Tbk.

Kode Saham: PYFA
Tanggal IPO: 16 Okt 2001
Jumlah Saham: 11.236.691.910
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

8. Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

Kode Saham: SAME
Tanggal IPO: 11 Jan 2013
Jumlah Saham: 17.147.132.545
Papan Pencatatan di BEI: Utama

9. Organon Pharma Indonesia Tbk.

Kode Saham: SCPI
Tanggal IPO: 08 Jun 1990
Jumlah Saham: 3.600.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

10. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Kode Saham: SIDO
Tanggal IPO: 18 Des 2013
Jumlah Saham: 30.000.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

11. Siloam International Hospitals Tbk.

Kode Saham: SILO
Tanggal IPO: 12 Sep 2013
Jumlah Saham: 13.006.125.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

12. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Kode Saham: SRAJ
Tanggal IPO: 11 Apr 2011
Jumlah Saham: 12.238.959.990
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

13. Tempo Scan Pacific Tbk.

Kode Saham: TSPC
Tanggal IPO: 17 Jun 1994
Jumlah Saham: 4.509.864.300
Papan Pencatatan di BEI: Utama

14. Prodia Widyahusada Tbk.

Kode Saham: PRDA
Tanggal IPO: 07 Des 2016
Jumlah Saham: 937.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

15. Royal Prima Tbk.

Kode Saham: PRIM
Tanggal IPO: 15 Mei 2018
Jumlah Saham: 3.393.434.905
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

16. Medikaloka Hermina Tbk.

Kode Saham: HEAL
Tanggal IPO: 16 Mei 2018
Jumlah Saham: 15.365.950.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

17. Phapros Tbk.

Kode Saham: PEHA
Tanggal IPO: 26 Des 2018
Jumlah Saham: 840.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

18. Itama Ranoraya Tbk.

Kode Saham: IRRA
Tanggal IPO: 15 Okt 2019
Jumlah Saham: 1.600.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

19. Soho Global Health Tbk.

Kode Saham: SOHO
Tanggal IPO: 08 Sep 2020
Jumlah Saham: 12.691.682.390
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

20. Bundamedik Tbk.

Kode Saham: BMHS
Tanggal IPO: 06 Jul 2021
Jumlah Saham: 8.603.416.176
Papan Pencatatan di BEI: Utama

21. Kedoya Adyaraya Tbk.

Kode Saham: RSGK
Tanggal IPO: 08 Sep 2021
Jumlah Saham: 929.675.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

22. Murni Sadar Tbk.

Kode Saham: MTMH
Tanggal IPO: 20 Apr 2022
Jumlah Saham: 2.068.526.950
Papan Pencatatan di BEI: Utama

23. Hetzer Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: MEDS
Tanggal IPO: 10 Agt 2022
Jumlah Saham: 1.562.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

24. Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Kode Saham: PRAY
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 13.959.422.300
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

25. Jayamas Medica Industri Tbk.

Kode Saham: OMED
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 27.058.850.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

26. Multi Medika Internasional Tbk.

Kode Saham: MMIX
Tanggal IPO: 06 Des 2022
Jumlah Saham: 4.800.425.380
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

27. Penta Valent Tbk.

Kode Saham: PEVE
Tanggal IPO: 24 Jan 2023
Jumlah Saham: 1.765.625.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

28. Haloni Jane Tbk.

Kode Saham: HALO
Tanggal IPO: 08 Feb 2023
Jumlah Saham: 5.650.051.056
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

29. Charlie Hospital Semarang Tbk.

Kode Saham: RSCH
Tanggal IPO: 28 Agt 2023
Jumlah Saham: 2.650.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

30. Ikapharmindo Putramas Tbk.

Kode Saham: IKPM
Tanggal IPO: 08 Nov 2023
Jumlah Saham: 1.684.662.500
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

31. Maja Agung Latexindo Tbk.

Kode Saham: SURI
Tanggal IPO: 07 Des 2023
Jumlah Saham: 6.334.375.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

32. UBC Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: LABS
Tanggal IPO: 10 Jul 2024
Jumlah Saham: 3.950.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

33. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk.

Kode Saham: OBAT
Tanggal IPO: 13 Jan 2025
Jumlah Saham: 607.844.489
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

34. Diastika Biotekindo Tbk.

Kode Saham: CHEK
Tanggal IPO: 10 Jul 2025
Jumlah Saham: 4.113.331.485
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

35. Medela Potentia Tbk.

Kode Saham: MDLA
Tanggal IPO: 15 Apr 2025
Jumlah Saham: 14.012.825.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

36. Cipta Sarana Medika Tbk.

Kode Saham: DKHH
Tanggal IPO: 08 Mei 2025
Jumlah Saham: 2.550.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

37. Metro Healthcare Indonesia Tbk.

Kode Saham: CARE
Tanggal IPO: 13 Mar 2020
Jumlah Saham: 33.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

38. Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

Kode Saham: DGNS
Tanggal IPO: 15 Jan 2021
Jumlah Saham: 1.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

Baca:
1. Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
2. 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO
3. Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya 
4. 133 Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI
5.  66 Daftar Saham Sektor Industri di BEI
6. 47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026
7.  91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

Gambar Health Checkup Icons
Berbagai icon daftar cek kesehatan. Adit Saputra / Mediasaham.com

Analisis Papan Pencatatan Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Dari total 38 perusahaan sektor kesehatan yang tercatat di BEI, pembagian berdasarkan papan pencatatan adalah sebagai berikut:

  • Papan Utama: 9 perusahaan
    (KLBF, MIKA, SAME, SIDO, SILO, TSPC, PRDA, BMHS, MDLA, MTMH, OMED)
    (Catatan: termasuk emiten besar dan mapan dengan kinerja stabil)

  • Papan Pengembangan: 25 perusahaan
    (DVLA, KAEF, MERK, PYFA, SRAJ, PRIM, PEHA, IRRA, SOHO, MEDS, PRAY, MMIX, PEVE, HALO, RSCH, IKPM, SURI, LABS, OBAT, CHEK, DKHH, CARE, DVLA, MERK, PYFA, PHAPROS)
    (Mayoritas perusahaan tahap menengah dan bertumbuh)

  • Papan Pemantauan Khusus: 3 perusahaan
    (INAF, SCPI, RSGK)
    (Sedang dalam pengawasan khusus BEI)

Total keseluruhan:
38 perusahaan kesehatan tercatat di BEI hingga Maret 2026.


Contoh Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Beberapa contoh perusahaan kesehatan ternama yang sudah lama tercatat di BEI antara lain:

  • Kalbe Farma Tbk. (KLBF) – perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, tercatat di Papan Utama sejak 1991.

  • Kimia Farma Tbk. (KAEF) – emiten farmasi pelat merah yang berada di Papan Pengembangan.

  • Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) – operator rumah sakit swasta terkemuka di Papan Utama.

  • Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) – rumah sakit swasta modern milik Grup Lippo di Papan Utama.

  • Indofarma Tbk. (INAF) – BUMN farmasi yang kini masuk Papan Pemantauan Khusus.


Kesimpulan

Berdasarkan data hingga Maret 2026, terdapat 38 perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas dari mereka tercatat di Papan Pengembangan, yang menunjukkan bahwa sektor kesehatan di Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan aktif dan ekspansi.

Sementara itu, perusahaan besar seperti Kalbe Farma (KLBF), Siloam Hospitals (SILO), dan Mitra Keluarga (MIKA) sudah menempati Papan Utama berkat kinerja dan fundamental yang kuat.

Baca: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Papan pencatatan di BEI bukan hanya sekadar klasifikasi administratif, tetapi juga panduan penting bagi investor untuk memahami tingkat kematangan dan risiko tiap perusahaan. Dengan mengenal jenis papan ini, calon investor dapat memilih saham sektor kesehatan sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham