Daftar Harga Saham di Bawah Rp40, Lengkap dengan Kode dan Harga

Daftar Harga Saham di Bawah Rp40, Lengkap dengan Kode dan Harga

Daftar saham di bawah Rp40 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari investor, terutama mereka yang sedang mencari saham dengan harga nominal rendah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham dengan harga Rp1, Rp5, Rp10, Rp20, hingga di bawah Rp40 memang terlihat terjangkau. Namun, investor perlu memahami bahwa harga saham yang murah secara nominal belum tentu berarti saham tersebut murah secara valuasi.

harga saham di bawah gocap
Harga saham di bawah 40 rupiah. Adit Saputra / Mediasaham.com

Misalnya, saham dengan harga Rp10 belum tentu lebih murah dibandingkan saham dengan harga Rp1.000. Untuk mengetahui apakah suatu saham benar-benar murah atau mahal, investor perlu melihat faktor lain seperti kapitalisasi pasar, laba perusahaan, jumlah saham beredar, valuasi, kondisi keuangan, dan prospek bisnis.

Dalam artikel ini, kami menyajikan daftar saham di bawah Rp40 berdasarkan data harga yang digunakan dalam artikel ini.

50 Dividen Saham Terbesar 2026

50 Dividen Saham Terbesar 2026

Bisa mendapat dividen saham terbesar adalah keingin setiap investor. Dividen menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor ketika memilih saham untuk investasi jangka panjang. Selain melihat kinerja perusahaan dan prospek bisnis, besarnya dividen per saham juga dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang mengejar pendapatan dari portofolio saham.

Pada tahun 2026, terdapat sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membagikan dividen dengan nilai cukup besar jika dihitung berdasarkan dividen per lembar saham.

dividen saham terbesar per lembar 2026
Dividen saham terbesar 2026. Mediasaham.com

Saham UNIC menempati posisi pertama dengan total dividen sebesar Rp1.447 per saham. Berikutnya ada UNTR dengan Rp1.096 per saham dan ITMG sebesar Rp992 per saham.

Menariknya, tidak semua perusahaan dalam daftar membagikan dividen hanya satu kali. Beberapa saham tercatat melakukan pembagian dividen interim dan final sebanyak dua hingga tiga kali di tahun 2026.

50 Dividen Saham Terbesar Per Lembar Tahun 2026

NoSahamTotal Dividen
Per Lembar (Rp)
Jumlah
Bagi Dividen
1UNIC1.447,001x
2UNTR1.096,001x
3ITMG992,001x
4MKPI950,001x
5GGRM800,001x
6ADMF630,001x
7BSSR613,542x
8RDTX588,002x
9BMRI542,953x
10DUTI480,001x
11INTP468,001x
12CTBN465,001x
13AADI463,321x
14MLBI371,001x
15CITA351,001x
16BBNI349,411x
17AALI335,001x
18BBCA326,003x
19ASII292,001x
20INDF290,001x
21TGKA285,001x
22SMAR279,001x
23MERK275,001x
24BYAN267,281x
25ICBP265,001x
26PANS250,001x
27LPPF250,001x
28GEMS237,951x
29TLKM223,161x
30ASGR211,001x
31ANTM209,981x
32BBRI209,001x
33BRAM200,001x
34MCOL200,001x
35CMRY200,002x
36SGRO193,001x
37DLTA181,001x
38CPIN180,001x
39GHON178,001x
40MEGA171,941x
41CLPI170,511x
42AUTO170,001x
43MPMX170,001x
44BIRD166,001x
45PRDA162,681x
46BNGA161,771x
47JSMR156,221x
48TEBE156,001x
49TAPG151,002x
50CEKA150,001x


Baca Juga: Jadwal Pembagian Dividen 2026

UNIC Menjadi Saham dengan Dividen Terbesar Per Lembar

Berdasarkan data tersebut, UNIC berada di urutan teratas dalam daftar dividen saham terbesar per lembar tahun 2026. Total dividen yang tercatat mencapai Rp1.447 per saham dengan satu kali pembagian dividen.

Posisi berikutnya ditempati UNTR dengan total dividen Rp1.096 per saham. Sementara itu, ITMG berada di urutan ketiga dengan Rp992 per saham.

Dengan demikian, tiga emiten teratas dalam daftar ini semuanya memberikan dividen lebih dari Rp900 per lembar saham.

Empat besar berikutnya adalah MKPI dengan Rp950, GGRG dengan Rp800, ADMF dengan Rp630, dan BSSR dengan Rp613,54 per saham.

Baca Juga: 48 Daftar Saham Dividen Yield Terbesar 2025


Daftar Saham dengan Dividen di Atas Rp500 Per Lembar

Jika daftar tersebut dipersempit menjadi perusahaan yang memberikan dividen lebih dari Rp500 per lembar, terdapat sembilan saham:

  1. UNIC — Rp1.447
  2. UNTR — Rp1.096
  3. ITMG — Rp992
  4. MKPI — Rp950
  5. GGRM — Rp800
  6. ADMF — Rp630
  7. BSSR — Rp613,54
  8. RDTX — Rp588
  9. BMRI — Rp542,95

Kelompok ini menunjukkan bahwa nilai dividen per lembar yang tinggi tidak hanya berasal dari satu sektor industri. Daftar tersebut mencakup perusahaan dari sektor yang berbeda, sehingga investor tetap perlu melihat karakteristik bisnis masing-masing emiten.

Baca Juga: Dividen INDF dari Tahun ke Tahun: Rekam Jejak & Peluang


Saham yang Membagikan Dividen Lebih dari Satu Kali

Besarnya dividen per saham bukan satu-satunya hal yang menarik dari data tersebut. Beberapa emiten juga tercatat membagikan dividen lebih dari satu kali.

Dalam daftar 50 saham tersebut, terdapat lima saham yang tercatat melakukan pembagian dividen sebanyak dua kali atau lebih, yaitu:

Saham

Jumlah Bagi Dividen

Total Dividen per Saham

BMRI

3x

Rp542,95

BBCA

3x

Rp326,00

BSSR

2x

Rp613,54

RDTX

2x

Rp588,00

CMRY

2x

Rp200,00

TAPG

2x

Rp151,00

Perlu diperhatikan bahwa jumlah pembagian dividen tidak sama dengan besarnya dividen per saham. Perusahaan yang membayar dividen beberapa kali dalam setahun belum tentu memiliki total dividen per saham yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang membayar satu kali.

Baca Juga: Dividen PTBA dari Tahun ke Tahun


Saham Bank Dividen Terbesar

Beberapa saham sektor perbankan juga masuk dalam daftar 50 dividen saham terbesar per lembar.

Di antaranya:

  • BMRI — Rp542,95 per saham
  • BBNI — Rp349,41 per saham
  • BBCA — Rp326,00 per saham
  • BBRI — Rp209,00 per saham
  • MEGA — Rp171,94 per saham
  • BNGA — Rp161,77 per saham

BMRI menjadi saham bank dengan total dividen per saham terbesar dalam daftar berdasarkan data yang digunakan, yaitu Rp542,95 per saham.

BBNI dan BBCA kemudian berada di posisi berikutnya dengan masing-masing Rp349,41 dan Rp326 per saham.


Saham Konsumer Dividen Besar

Sejumlah emiten sektor barang konsumen juga tercatat memberikan dividen per saham yang cukup tinggi.

Beberapa di antaranya adalah:

  • GGRM — Rp800
  • MLBI — Rp371
  • INDF — Rp290
  • TGKA — Rp285
  • ICBP — Rp265
  • CMRY — Rp200
  • DLTA — Rp181
  • CEKA — Rp150

GGRM menjadi salah satu perusahaan dengan nominal dividen per saham paling besar dalam keseluruhan daftar, yaitu Rp800 per saham.


Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham Dividen?

Investor sebaiknya tidak hanya melihat nominal dividen. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Konsistensi pembayaran dividen

Perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen selama beberapa tahun memiliki pola pembayaran yang berbeda dengan perusahaan yang baru membagikan dividen dalam jumlah besar satu kali.

2. Dividend payout ratio

Dividend payout ratio menunjukkan bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Rasio ini dapat membantu melihat hubungan antara laba perusahaan dan dividen yang dibayarkan.

3. Pertumbuhan laba

Dividen pada akhirnya berkaitan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan arus kas. Karena itu, kinerja bisnis tetap penting diperhatikan.

4. Harga saham

Nominal dividen yang tinggi tidak otomatis berarti dividend yield juga tinggi. Harga saham menjadi komponen penting dalam menghitung yield.

5. Jadwal cum date dan pembayaran

Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan jadwal resmi pembagian dividen, termasuk cum date, ex date, recording date, dan payment date.


Kesimpulan

Dari daftar 50 dividen saham terbesar per lembar tahun 2026, UNIC menjadi saham dengan dividen terbesar per lembar tahun 2026, dengan total dividen sebesar Rp1.447 per saham.

Posisi berikutnya adalah UNTR sebesar Rp1.096, ITMG Rp992, MKPI Rp950, dan GGRM Rp800 per saham.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

Daftar Saham IPO 2025 yang Naik dan Turun Saat Listing Hari Pertama

Daftar Saham IPO 2025 yang Naik dan Turun Saat Listing Hari Pertama

Daftar saham IPO 2025 yang naik dan turun saat listing memberikan gambaran penting bagi investor yang ingin membeli saham IPO.

Dari 26 saham IPO tahun 2025, kami menganalisis sebanyak 22 saham mengalami kenaikan pada hari pertama perdagangan, 3 saham mengalami penurunan, sementara 1 saham tidak mengalami perubahan dari harga IPO.

Daftar Saham IPO 2025 yang Naik dan Turun
Daftar saham IPO 2025 yang naik dan turun saat listing hari pertama di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com

Selain melihat emiten yang mencatat kenaikan dan penurunan, data ini juga kami kelompokkan berdasarkan penjamin emisi efek (underwriter). Dengan demikian, pembaca dapat melihat sekuritas mana saja yang terlibat dalam IPO dengan saham yang naik maupun turun pada hari pertama.

Mengenal Reksa Dana: Jenis, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya

Mengenal Reksa Dana: Jenis, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya

Reksa dana menjadi salah satu pilihan investasi yang cukup mudah dipahami oleh investor pemula. Alasannya sederhana: investor tidak perlu memilih dan membeli sendiri saham, obligasi, atau instrumen pasar uang satu per satu.

Dada uang dari banyak investor dikumpulkan dalam satu wadah, kemudian dikelola oleh Manajer Investasi untuk ditempatkan ke berbagai instrumen sesuai kebijakan investasi reksa dana tersebut.

Namun, reksa dana bukan hanya satu jenis.

Ada reksa dana yang sebagian besar dananya ditempatkan pada saham. Ada yang berfokus pada obligasi. Ada yang menempatkan dana pada instrumen pasar uang. Ada pula yang menggabungkan beberapa jenis aset.

Karena itu, memahami jenis reksa dana menjadi langkah penting sebelum seseorang mulai berinvestasi.

Sebab, dua produk reksa dana sama-sama bernama "reksa dana", tetapi tingkat risiko, tujuan investasi, dan pergerakan nilainya dapat berbeda jauh.

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update September 2026)

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update September 2026)

Jadwal Dividen 2026 sudah diterbitkan setiap saham di BEI. Ada rutusan saham yang sudah membagikan dividen ke investor sepanjang tahun 2026.

Bagi investor saham, Tahun 2026 menjadi momen krusial untuk menangkap peluang passive income. Mengetahui Jadwal Dividen 2026 lebih awal memungkinkan Anda mengatur modal dan menghindari risiko membeli di harga yang sudah terlalu tinggi saat mendekati tanggal Cum Date.
 
dividen 2026
Jadwal dividen 2026

Cara Membeli Saham IPO untuk Pemula: Pengertian, Tahapan Bookbuilding, Offering, Penjatahan, Refund, dan Cara Pesan Saham di e-IPO

Cara Membeli Saham IPO untuk Pemula: Pengertian, Tahapan Bookbuilding, Offering, Penjatahan, Refund, dan Cara Pesan Saham di e-IPO

Membeli saham perusahaan sebelum resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdengar menarik. Investor bisa mendapatkan saham pada saat perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham.

Namun, bagi investor pemula, proses IPO sering terasa membingungkan.

Ada istilah bookbuilding, offering, penjatahan, pooling, fixed allotment, RDN, SID, sampai refund. Belum lagi investor harus mengetahui kapan harus memasukkan pesanan dan apa yang harus dilakukan jika harga final IPO ternyata berbeda dari harga saat bookbuilding.

Sebenarnya, prosesnya tidak serumit yang dibayangkan.

Secara sederhana, investor dapat membayangkan IPO seperti perusahaan yang sedang membuka kesempatan kepada masyarakat untuk membeli sahamnya sebelum saham tersebut mulai diperdagangkan di BEI.

cara memesan ipo online
Ilustrasi cara memesan ipo lewat online dari website e-ipo. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Di Indonesia, proses pemesanan saham IPO untuk investor ritel dapat dilakukan melalui sistem e-IPO (Electronic Indonesia Public Offering). Sistem ini digunakan untuk mendukung proses penawaran umum saham kepada masyarakat di pasar perdana. Setelah proses IPO selesai dan saham tercatat di bursa, saham tersebut kemudian dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Artikel ini membahas proses tersebut dari awal sampai akhir, lengkap dengan contoh perhitungan sederhana.

ARA Saham IPO 2026: Berapa Persen dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

ARA Saham IPO 2026: Berapa Persen dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

ARA saham IPO merupakan salah satu istilah penting yang perlu dipahami investor, terutama bagi Anda yang baru mulai membeli saham perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketika sebuah saham baru tercatat di Bursa, harganya bisa bergerak cukup cepat. Tidak sedikit saham IPO yang langsung mengalami Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.

Namun, perlu diketahui bahwa batas ARA saham IPO tidak selalu 35%. Besarnya batas kenaikan harga bergantung pada harga saham dan papan pencatatannya.

ara saham ipo
ARA Saham IPO di Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru: Pendidikan, Karier dan Kebijakan

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru: Pendidikan, Karier dan Kebijakan

MediaSaham.com – Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil Nazara bukan nama baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Dengan latar belakang akademisi dan pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal, Suahasil memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam pengelolaan kebijakan ekonomi dan keuangan negara.


Suahasil Nazara
Suahasil Nazara resmi menjabat Menteri Keuangan Republik Indonesia pada September 2026


20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia masih didominasi perusahaan-perusahaan besar dari sektor perbankan, teknologi, energi, pertambangan, telekomunikasi, hingga properti.

Namun, susunan saham dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Agustus 2026 menunjukkan perubahan yang cukup menarik.

Bank Central Asia (BBCA) berada di posisi teratas dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp790,22 triliun. Di bawahnya terdapat Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan Rp487,64 triliun dan DCI Indonesia (DCII) dengan Rp476,99 triliun.

47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

Ada 47 saham sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar ini mencakup perusahaan teknologi yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, solusi digital, pusat data, perangkat teknologi, distribusi digital, hingga layanan berbasis internet.

Bagi investor yang sedang mencari daftar saham sektor teknologi di BEI, mengetahui kode saham dan nama perusahaan menjadi langkah awal sebelum melakukan analisis lebih lanjut.

Saham sektor teknologi di BEI
Ilustrasi daftar saham sektor tekonologi di BEI. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Beberapa saham teknologi yang cukup dikenal investor antara lain BUKA, GOTO, EMTK, DCII, EDGE, WIFI, MTDL, MSTI, GLVA dan sejumlah emiten lainnya.

Namun, tidak semua saham teknologi memiliki karakter bisnis yang sama. Ada perusahaan yang fokus pada ekosistem digital, ada yang bergerak di bidang teknologi informasi, ada pula yang menyediakan infrastruktur dan pusat data.

Berikut 47 daftar saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BEI.

Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

No.

Kode Saham

Nama Perusahaan

Papan Pencatatan

1

UVCR

Trimegah Karya Pratama Tbk.

Pengembangan

2

BUKA

Bukalapak.com Tbk.

Ekonomi Baru

3

RUNS

Global Sukses Solusi Tbk.

Akselerasi

4

WGSH

Wira Global Solusi Tbk.

Akselerasi

5

WIRG

WIR ASIA Tbk.

Pengembangan

6

GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Pengembangan

7

AXIO

Tera Data Indonusa Tbk.

Pengembangan

8

BELI

Global Digital Niaga Tbk.

Pengembangan

9

NINE

Techno9 Indonesia Tbk.

Akselerasi

10

ELIT

Data Sinergitama Jaya Tbk.

Pengembangan

11

IRSX

Folago Global Nusantara Tbk.

Pengembangan

12

CHIP

Pelita Teknologi Global Tbk.

Akselerasi

13

TRON

Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Pengembangan

14

MENN

Menn Teknologi Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

15

AWAN

Era Digital Media Tbk.

Pengembangan

16

JATI

Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

Pengembangan

17

CYBR

ITSEC Asia Tbk.

Pengembangan

18

IOTF

Sumber Sinergi Makmur Tbk.

Pengembangan

19

MSTI

Mastersystem Infotama Tbk.

Utama

20

TOSK

Topindo Solusi Komunika Tbk.

Pengembangan

21

MPIX

Mitra Pedagang Indonesia Tbk.

Pengembangan

22

AREA

Dunia Virtual Online Tbk.

Pengembangan

23

ATIC

Anabatic Technologies Tbk.

Pengembangan

24

EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk.

Utama

25

KREN

Quantum Clovera Investama Tbk.

Pemantauan Khusus

26

LMAS

Limas Indonesia Makmur Tbk.

Pemantauan Khusus

27

MLPT

Multipolar Technology Tbk.

Pengembangan

28

MTDL

Metrodata Electronics Tbk.

Utama

29

PTSN

Sat Nusapersada Tbk.

Pengembangan

30

SKYB

Northcliff Citranusa Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

31

KIOS

Kioson Komersial Indonesia Tbk.

Pengembangan

32

MCAS

M Cash Integrasi Tbk.

Pengembangan

33

NFCX

NFC Indonesia Tbk.

Pengembangan

34

DIVA

Distribusi Voucher Nusantara Tbk.

Pengembangan

35

LUCK

Sentral Mitra Informatika Tbk.

Pengembangan

36

ENVY

Envy Technologies Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

37

HDIT

Hensel Davest Indonesia Tbk.

Utama

38

TFAS

Telefast Indonesia Tbk.

Pengembangan

39

DMMX

Digital Mediatama Maxima Tbk.

Pengembangan

40

GLVA

Galva Technologies Tbk.

Utama

41

PGJO

Bahtera Bumi Raya Tbk.

Akselerasi

42

CASH

Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.

Akselerasi

43

TECH

Indosterling Technomedia Tbk.

Pemantauan Khusus

44

WIFI

Solusi Sinergi Digital Tbk.

Pengembangan

45

DCII

DCI Indonesia Tbk.

Pengembangan

46

EDGE

Indointernet Tbk.

Pemantauan Khusus

47

ZYRX

Zyrexindo Mandiri Buana Tbk.

Pengembangan

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa Itu Saham Sektor Teknologi?

Saham sektor teknologi adalah saham perusahaan yang kegiatan usahanya masuk dalam kelompok sektor teknologi berdasarkan klasifikasi sektor yang digunakan di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan dalam sektor ini tidak selalu membuat aplikasi atau menjadi perusahaan internet. Bidangnya cukup luas.

Ada perusahaan yang menyediakan perangkat keras, layanan teknologi informasi, keamanan siber, pusat data, solusi digital, jaringan internet, distribusi produk teknologi, hingga berbagai layanan berbasis teknologi.

Karena itu, karakter setiap saham teknologi bisa sangat berbeda.

Misalnya, bisnis perusahaan yang bergerak di pusat data, tentu berbeda dengan perusahaan e-commerce atau perusahaan penyedia perangkat teknologi.

Baca:
1. Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
2. 133 Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI
3. Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya 
4. 91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)
5. 38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026
6. 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO
7. 66 Daftar Saham Sektor Industri di BEI


5 Saham Teknologi yang Banyak Dikenal Investor

Dari 47 saham di atas, ada beberapa nama yang cukup dikenal di pasar modal Indonesia.

1. GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk. memiliki kode saham GOTO.

GOTO dikenal sebagai perusahaan yang memiliki ekosistem bisnis digital, termasuk layanan on-demand, perdagangan elektronik, dan layanan keuangan digital.

2. BUKA

Bukalapak.com Tbk. menggunakan kode saham BUKA.

BUKA merupakan salah satu perusahaan teknologi yang dikenal luas melalui bisnis perdagangan digital.

3. EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk. memiliki kode saham EMTK.

EMTK merupakan salah satu perusahaan besar yang masuk dalam sektor teknologi dan tercatat di Papan Utama.

4. DCII

DCI Indonesia Tbk. menggunakan kode saham DCII.

Perusahaan ini bergerak di bidang pusat data atau data center, yang menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan ekonomi digital.

Semakin banyak layanan digital yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data.

5. MTDL

Metrodata Electronics Tbk. memiliki kode saham MTDL.

Metrodata dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan solusi digital.

Daftar Kode Saham Teknologi di BEI

Bagi pembaca yang hanya membutuhkan kode sahamnya, berikut daftar singkat 47 saham sektor teknologi:

UVCR, BUKA, RUNS, WGSH, WIRG, GOTO, AXIO, BELI, NINE, ELIT, IRSX, CHIP, TRON, MENN, AWAN, JATI, CYBR, IOTF, MSTI, TOSK, MPIX, AREA, ATIC, EMTK, KREN, LMAS, MLPT, MTDL, PTSN, SKYB, KIOS, MCAS, NFCX, DIVA, LUCK, ENVY, HDIT, TFAS, DMMX, GLVA, PGJO, CASH, TECH, WIFI, DCII, EDGE, dan ZYRX.

Daftar tersebut dapat digunakan sebagai referensi awal bagi investor yang ingin mencari emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia.

Saham Teknologi Berdasarkan Papan Pencatatan

Selain kode saham dan nama perusahaan, data BEI juga menunjukkan papan pencatatan masing-masing emiten.

Papan pencatatan dalam daftar tersebut terdiri dari Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Akselerasi, Ekonomi Baru, dan Pemantauan Khusus. Untuk mengetahui lebih dalam pengertian dari jenis-jenis papan pencatatan di BEI, bisa baca di sini Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Utama

Beberapa saham teknologi yang tercatat di Papan Utama antara lain:

  • MSTI – Mastersystem Infotama Tbk.
  • EMTK – Elang Mahkota Teknologi Tbk.
  • MTDL – Metrodata Electronics Tbk.
  • HDIT – Hensel Davest Indonesia Tbk.
  • GLVA – Galva Technologies Tbk.

Papan Pengembangan

Sebagian besar saham dalam daftar berada di Papan Pengembangan.

Contohnya:

  • UVCR
  • WIRG
  • GOTO
  • AXIO
  • BELI
  • ELIT
  • IRSX
  • TRON
  • AWAN
  • JATI
  • CYBR
  • IOTF
  • TOSK
  • MPIX
  • AREA
  • MLPT
  • PTSN
  • KIOS
  • MCAS
  • NFCX
  • DIVA
  • LUCK
  • TFAS
  • DMMX
  • WIFI
  • DCII
  • ZYRX

Papan Akselerasi

Beberapa saham teknologi tercatat di Papan Akselerasi, yaitu:

  • RUNS
  • WGSH
  • NINE
  • CHIP
  • PGJO
  • CASH

Ekonomi Baru

Dalam data yang dihimpun, BUKA tercatat pada papan Ekonomi Baru.

Pemantauan Khusus

Sejumlah saham teknologi juga tercatat dalam Papan Pemantauan Khusus, yaitu:

  • MENN
  • KREN
  • LMAS
  • SKYB
  • ENVY
  • TECH
  • EDGE

Papan Pemantauan Khusus perlu diperhatikan investor karena penempatan saham pada papan tersebut menunjukkan adanya kondisi atau kriteria tertentu yang ditetapkan BEI.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat sektor perusahaan, tetapi juga memperhatikan status pencatatannya.

Apakah Semua Saham Teknologi Cocok untuk Investasi?

Tidak.

Meskipun sama-sama masuk sektor teknologi, kondisi setiap perusahaan bisa berbeda jauh.

Ada perusahaan yang sudah memiliki bisnis besar dan laba yang stabil. Ada pula perusahaan yang masih berada dalam tahap mengembangkan bisnis dan masih mengalami kerugian.

Karena itu, sektor teknologi tidak otomatis berarti sahamnya akan naik.

Investor tetap perlu melihat kondisi perusahaan sebelum membeli saham.

Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:

  • pertumbuhan pendapatan;
  • laba bersih;
  • arus kas;
  • jumlah utang;
  • aset dan ekuitas;
  • margin keuntungan;
  • prospek bisnis;
  • valuasi saham;
  • likuiditas perdagangan;
  • serta aksi korporasi perusahaan.

Kenapa Saham Teknologi Menarik Diperhatikan?

Sektor teknologi memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar karena penggunaan teknologi terus berkembang.

Masyarakat semakin banyak menggunakan internet, aplikasi digital, pembayaran elektronik, layanan cloud, pusat data, keamanan siber dan berbagai layanan berbasis teknologi.

Perusahaan juga semakin membutuhkan teknologi untuk menjalankan bisnis. Namun, peluang tersebut tetap harus dilihat secara realistis.

Pertumbuhan industri tidak selalu berarti semua perusahaan di dalamnya akan mendapatkan keuntungan yang sama.

Misalnya, ketika penggunaan internet meningkat, perusahaan penyedia infrastruktur digital mungkin mendapatkan manfaat. Tetapi perusahaan lain yang memiliki biaya tinggi dan belum mampu menghasilkan laba bisa menghadapi kondisi yang berbeda.

Itulah sebabnya investor perlu melihat perusahaan satu per satu, bukan hanya melihat label "sektor teknologi".

Cara Memilih Saham Teknologi untuk Dianalisis

saham teknologi
Belajar mempelajari saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Bagi investor yang baru mulai mempelajari saham teknologi, tidak perlu langsung menganalisis seluruh 47 emiten.

Mulailah dari beberapa saham.

Pertama, pilih perusahaan yang bisnisnya mudah dipahami.

Kemudian lihat laporan keuangannya.

Apakah pendapatannya tumbuh?

Apakah perusahaan menghasilkan laba?

Bagaimana kondisi utangnya?

Apakah arus kasnya sehat?

Setelah itu, baru lihat harga sahamnya.

Saham perusahaan yang bagus belum tentu menarik jika harganya sudah terlalu mahal.

Sebaliknya, saham yang harganya sudah turun banyak juga belum tentu murah.

Karena itu, harga saham dan kondisi perusahaan harus dilihat bersama-sama.

Baca: Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

Kesimpulan

Ada 47 saham sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BEI.

Daftar tersebut mencakup berbagai perusahaan dengan bisnis yang berbeda, mulai dari teknologi informasi, perdagangan digital, infrastruktur digital, pusat data, perangkat teknologi, hingga layanan berbasis teknologi.

Beberapa kode saham teknologi yang cukup dikenal investor antara lain BUKA, GOTO, EMTK, MTDL, DCII, EDGE, WIFI, MSTI, dan GLVA.

Namun, investor perlu memahami bahwa masuknya sebuah perusahaan ke sektor teknologi bukan berarti saham tersebut otomatis menarik untuk dibeli.

Setiap emiten memiliki kondisi bisnis, laporan keuangan, tingkat risiko, valuasi dan prospek yang berbeda.

Karena itu, daftar 47 saham teknologi di BEI ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal untuk melakukan analisis, bukan sebagai daftar rekomendasi beli.

Sebelum membeli saham, pelajari terlebih dahulu bisnis perusahaan dan kondisi keuangannya.


Disclaimer

Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan merupakan rekomendasi pembelian atau penjualan saham tertentu. Penyebutan saham atau kode saham adalah sebagai studi kasus historis. Investasi saham mengandung risiko. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR - Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham