Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026

Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026

Mediasaham.com, Jakarta — PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatat peningkatan kinerja keuangan pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp10,63 miliar hingga 30 September 2026, melonjak 396% dibandingkan Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan neto menjadi Rp917,99 miliar dari Rp665,51 miliar. Meskipun beban pokok penjualan ikut meningkat, laba usaha berbalik positif menjadi Rp10,36 miliar setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya masih mencatat rugi usaha Rp275,91 juta.

Produk Trimegah Karya Pratama Tbk. Dok UVCR

Ringkasan Kinerja Keuangan UVCR September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Trimegah Karya Pratama Tbk untuk periode Januari–September 2026 dan Januari–September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Penjualan Neto Rp917,99 miliar Rp665,51 miliar +Rp252,48 miliar +37,94%
Laba Bruto Rp44,50 miliar Rp28,44 miliar +Rp16,06 miliar +56,47%
Laba Usaha Rp10,36 miliar -Rp275,91 juta +Rp10,63 miliar Berbalik positif
Laba Sebelum Pajak Rp13,44 miliar Rp3,01 miliar +Rp10,43 miliar +346,80%
Laba Bersih Rp10,63 miliar Rp2,14 miliar +Rp8,48 miliar +395,63%
Laba Komprehensif Rp10,63 miliar Rp2,14 miliar +Rp8,48 miliar +395,63%
Laba Bersih per Saham Rp5,31 Rp1,07 +Rp4,24 +396,26%
MRA Restrukturisasi ADHI Karya Efektif, Perseroan Mulai Jalankan Kesepakatan dengan Kreditur

MRA Restrukturisasi ADHI Karya Efektif, Perseroan Mulai Jalankan Kesepakatan dengan Kreditur

MEDIASAHAM.COM, Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memasuki tahap baru dalam proses restrukturisasi keuangan setelah Master Restructuring Agreement (MRA) resmi berlaku efektif pada 23 Oktober 2026.

Berlakunya MRA menandai terpenuhinya seluruh persyaratan efektivitas yang sebelumnya disepakati dalam perjanjian induk restrukturisasi antara ADHI dan para krediturnya.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), ADHI menyatakan telah menerima surat dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Agen Fasilitas Restrukturisasi yang menyatakan seluruh persyaratan efektif MRA telah dipenuhi.

Penandatanganan Master Restructuring Agreement. Dok. ADHI

MRA ADHI Karya Efektif Mulai 23 Oktober 2026

Surat Bank Mandiri dengan nomor CBG.CB4/5865/2026 tertanggal 23 Oktober 2026 tersebut berisi pemberitahuan mengenai pemenuhan syarat efektif Perjanjian Induk Restrukturisasi.

Dalam surat tersebut, Bank Mandiri menyampaikan bahwa seluruh persyaratan efektivitas sebagaimana dipersyaratkan dalam MRA telah dipenuhi oleh ADHI.

Dengan terpenuhinya persyaratan tersebut, MRA dinyatakan berlaku efektif sejak 23 Oktober 2026. Sejak tanggal tersebut, ketentuan restrukturisasi yang diatur dalam MRA mulai berlaku dan mengikat ADHI serta para pihak yang terikat berdasarkan perjanjian tersebut.

ADHI Mulai Jalankan Ketentuan Restrukturisasi

Efektifnya MRA memungkinkan ADHI untuk mulai melaksanakan berbagai ketentuan restrukturisasi yang telah disepakati bersama para kreditur.

Perseroan menyebut pelaksanaan tersebut mencakup pengaturan serta pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam MRA.

Dengan demikian, proses restrukturisasi ADHI kini tidak lagi sebatas tahap kesepakatan, tetapi telah memasuki fase implementasi berdasarkan perjanjian yang sudah efektif.

Baca:

  1. Indofood Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
  2. LSIP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
  3. IHSG Menguat 4,90 Persen Periode 19-23 Oktober 2026, Naik ke Level 5.439
  4. Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
  5. Net Sell Asing BEI Capai Rp6,67 Triliun Periode 19-23 Oktober 2026
  6. Asing Jual Bersih Rp3,19 Triliun di BEI, IHSG Anjlok 14,91% dan Saham Big Caps Tertekan
  7. Top Gainer dan Top Loser BEI Sepekan: TRUK Naik 87,11 Persen, ALDO Anjlok 29,92 Persen
  8. WIKA Lepas Seluruh Saham WINNER ke WIKA Rekon, Perkuat Restrukturisasi Grup BUMN
  9. BUMI Akuisisi Mount Margaret Mining di Australia Senilai US$22 Juta

BUMI Akuisisi Mount Margaret Mining di Australia Senilai US$22 Juta

BUMI Akuisisi Mount Margaret Mining di Australia Senilai US$22 Juta

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperluas bisnisnya di luar sektor batubara. Emiten tambang Grup Bakrie ini resmi mengakuisisi seluruh saham Mount Margaret Mining Pty Ltd, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Australia, dengan nilai transaksi mencapai US$22,01 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi BUMI kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi akuisisi tersebut dilakukan pada 23 Oktober 2026 melalui anak usaha Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA).

BRA merupakan anak usaha BUMI yang didirikan berdasarkan hukum Australia dan seluruh atau 100% sahamnya dimiliki oleh BUMI. Melalui transaksi tersebut, BUMI secara tidak langsung kini menguasai 100% saham Mount Margaret.

Projek Mount Margaret Mining. Dok. mining-technology.com

BUMI Akuisisi 100% Saham Mount Margaret

Dalam keterbukaan informasi bernomor 699/BR-BOD/X/26 tertanggal 26 Oktober 2026, BUMI menyebut transaksi dilakukan melalui BRA dengan mengambil alih 2 lembar saham yang merupakan seluruh saham yang telah diterbitkan oleh Mount Margaret.

Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026

Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026

Kuhuni.com, Jakarta — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat penurunan kinerja laba pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar hingga 30 September 2026, turun 6,89% dibandingkan Rp190,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba terjadi ketika pendapatan operasi IPCC turun menjadi Rp645,48 miliar dari Rp660,24 miliar. Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat sehingga laba bruto turun menjadi Rp260,43 miliar dari Rp288,48 miliar.

Cargo Loading. Dok. Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar

Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar

Mediasaham.com – PT Onix Capital Tbk (OCAP) mencatat peningkatan rugi bersih pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, perseroan membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp25,34 miliar hingga 30 September 2026, lebih besar dibandingkan rugi Rp22,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kerugian terutama terjadi di tengah membesarnya kerugian selisih kurs mata uang asing.

Logo Onix Capital Tbk 

Perseroan belum mencatat pendapatan usaha pada periode Januari–September 2026 maupun Januari–September 2025. Beban usaha memang menurun, tetapi kerugian selisih kurs yang mencapai Rp20,20 miliar membuat rugi sebelum pajak dan rugi bersih OCAP semakin besar.

Ringkasan Kinerja Keuangan OCAP September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Onix Capital Tbk untuk periode Januari–September 2026 dan Januari–September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba bersih per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Pendapatan Usaha Rp0 Rp0 Rp0 —
Beban Usaha Rp5,29 miliar Rp5,83 miliar -Rp540,15 juta -9,26%
Rugi Usaha -Rp5,29 miliar -Rp5,83 miliar Kerugian turun Rp540,15 juta -9,26%*
Beban Lain-lain Bersih Rp20,04 miliar Rp16,58 miliar +Rp3,46 miliar +20,90%
Rugi Sebelum Pajak -Rp25,34 miliar -Rp22,41 miliar Kerugian naik Rp2,92 miliar +13,05%*
Rugi Bersih -Rp25,34 miliar -Rp22,41 miliar Kerugian naik Rp2,92 miliar +13,05%*
Rugi Komprehensif -Rp25,34 miliar -Rp22,41 miliar Kerugian naik Rp2,92 miliar +13,05%*
Rugi Bersih per Saham -Rp98,49 -Rp87,13 -Rp11,36 Kerugian per saham naik 13,04%

*Untuk pos kerugian, persentase menunjukkan perubahan besaran kerugian, bukan pertumbuhan kinerja positif.

Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar

Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar

Mediasaham.com – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) membukukan laba bersih sebesar Rp153,65 miliar pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Angka ini meningkat 13,26% dibandingkan laba bersih Rp135,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba terjadi meskipun total pendapatan perusahaan turun 8,70% menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,23 triliun. Penurunan beban usaha dan kerugian penurunan nilai aset keuangan membantu menopang laba sebelum pajak yang meningkat menjadi Rp196,39 miliar.

Induk Perusahaan Clipan Finance Indonesia Tbk. Dok/Clipan.co.id

Dari sisi neraca, total aset CFIN per 30 September 2026 tercatat Rp8,58 triliun, turun 9,90% dibandingkan Rp9,53 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp2,84 triliun dan total ekuitas tercatat Rp5,74 triliun.

Ringkasan Kinerja Keuangan CFIN September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Clipan Finance Indonesia Tbk untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 dan 30 September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Total pendapatan Rp1,12 triliun Rp1,23 triliun -Rp106,89 miliar -8,70%
Total beban Rp924,92 miliar Rp1,06 triliun -Rp136,14 miliar -12,83%
Laba sebelum pajak Rp196,39 miliar Rp167,14 miliar Rp29,25 miliar 17,50%
Laba bersih Rp153,65 miliar Rp135,66 miliar Rp17,99 miliar 13,26%
Laba komprehensif Rp158,08 miliar Rp135,66 miliar Rp22,42 miliar 16,53%
Laba per saham dasar/dilusian Rp38,56 per saham Rp34,05 per saham Rp4,51 per saham 13,24%

Pendapatan CFIN Turun 8,70%

PT Clipan Finance Indonesia Tbk mencatat total pendapatan sebesar Rp1,12 triliun hingga September 2026, turun Rp106,89 miliar atau 8,70% dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Pendapatan terbesar berasal dari pembiayaan konsumen yang mencapai Rp805,06 miliar. Namun, pendapatan dari segmen ini turun dari Rp896,12 miliar pada periode sebelumnya, atau berkurang Rp91,06 miliar.

Pendapatan sewa pembiayaan meningkat menjadi Rp56,16 miliar dari Rp53,89 miliar. Sebaliknya, pendapatan jual dan sewa-balik turun menjadi Rp7,33 miliar dari Rp8,19 miliar.

Pendapatan lainnya tercatat Rp246,40 miliar, turun dari Rp265,02 miliar pada Januari–September 2025. Sementara itu, keuntungan penjualan aset tetap meningkat menjadi Rp1,80 miliar dari Rp355,55 juta.

Protelindo Rampungkan Tender Sukarela Saham SUPR, 94 Pemegang Saham Berpartisipasi

Protelindo Rampungkan Tender Sukarela Saham SUPR, 94 Pemegang Saham Berpartisipasi

JAKARTA, Mediasaham.com – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) telah menyelesaikan pelaksanaan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) atas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Periode tender berakhir pada 21 Oktober 2026 setelah berlangsung selama 90 hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan PT Solusi Tunas Pratama Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Oktober 2026, sebanyak 94 pemegang saham tercatat berpartisipasi dalam tiga periode pelaksanaan VTO.

Jumlah tersebut terdiri atas 57 pemegang saham pada periode pertama, 26 pemegang saham pada periode kedua, dan 11 pemegang saham pada periode ketiga. Secara keseluruhan, partisipasi tersebut mencakup 733.052 saham berdasarkan penjumlahan angka dalam tabel keterbukaan informasi perseroan.

Ilustrasi proses tender sukarela. Adit Saputra/Mediasaham.com

VTO SUPR Berakhir pada 21 Oktober 2026

Dalam surat bernomor 087/DIR-STP/X/2026 tertanggal 23 Oktober 2026, manajemen SUPR menyampaikan hasil keseluruhan pelaksanaan tender sukarela yang dilakukan Protelindo.

Periode ketiga VTO berlangsung pada 24 September hingga 21 Oktober 2026. Periode ini sekaligus menjadi periode terakhir karena pelaksanaan tender telah mencapai batas maksimal 90 hari.

Perseroan merujuk pada Pasal 17 ayat (2) juncto Pasal 22 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela sebagai dasar ketentuan periode pelaksanaan tender.

Bunga Deposito LINE Bank Tertinggi 7,50% Per Tahun, Cek Simulasi dan Jaminan LPS

Bunga Deposito LINE Bank Tertinggi 7,50% Per Tahun, Cek Simulasi dan Jaminan LPS

Bunga deposito LINE Bank menjadi salah satu informasi yang menarik bagi nasabah yang ingin menyimpan dana sekaligus memperoleh pendapatan bunga. LINE Bank by Hana Bank menawarkan Deposito Reguler dan Flexi Deposit dengan pilihan tenor mulai dari 1 hingga 12 bulan.

Berdasarkan pengumuman penyesuaian suku bunga yang berlaku mulai 15 September 2026, bunga Deposito Reguler LINE Bank mencapai 7,50% per tahun untuk tenor 6 bulan. Sementara itu, bunga Flexi Deposit mencapai 7,25% per tahun untuk tenor yang sama.

Perbedaan utama kedua produk tersebut terletak pada fleksibilitas pencairan. Deposito Reguler lebih cocok untuk dana yang dapat disimpan sampai jatuh tempo, sedangkan Flexi Deposit memberikan pilihan pencairan sebelum jatuh tempo dengan ketentuan bunga tertentu.

bunga deposito line bank
Bunga deposito Line Bank. Sumber Foto: linebank.co.id

Daftar Bunga Deposito LINE Bank Terbaru 2026

Berikut daftar suku bunga Deposito Reguler dan Flexi Deposit LINE Bank yang berlaku mulai 15 September 2026. Suku bunga dinyatakan dalam persentase per tahun atau gross per annum (p.a.).

1. Bunga Deposito Reguler LINE Bank

Tenor Bunga per Tahun
1 bulan6,00%
2 bulan6,00%
3 bulan6,50%
4 bulan6,50%
5 bulan6,50%
6 bulan7,50%
7–12 bulan7,00%

Suku bunga Deposito Reguler sebesar 7,50% per tahun merupakan bunga tertinggi dalam daftar tersebut. Suku bunga untuk tenor 7–12 bulan adalah 7,00% per tahun.

WIKA Lepas Seluruh Saham WINNER ke WIKA Rekon, Perkuat Restrukturisasi Grup BUMN

WIKA Lepas Seluruh Saham WINNER ke WIKA Rekon, Perkuat Restrukturisasi Grup BUMN

JAKARTA, mediasaham.com — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi melakukan divestasi atau pengalihan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER) kepada anak usahanya sendiri, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA Rekon). Langkah strategis ini dilakukan untuk mempercepat program restrukturisasi serta penyederhanaan struktur kepemilikan di dalam tubuh Grup WIKA.

Berdasarkan laporan resmi perseroan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 Oktober 2026, transaksi afiliasi ini telah dilangsungkan sehari sebelumnya, yakni pada 21 Oktober 2026.

Produk PT Wijaya Karya Industri Energi. Dok WINNER

Dalam keterbukaan informasi tersebut, WIKA mengalihkan 50.917.600 lembar saham atau setara dengan 44,18% dari seluruh saham yang diterbitkan oleh WINNER. Adapun nilai keseluruhan transaksi divestasi ini ditetapkan sebesar Rp641.000.000 (enam ratus empat puluh satu juta Rupiah).

ICBP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, EPS Diproyeksikan Naik Jadi Rp321

ICBP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, EPS Diproyeksikan Naik Jadi Rp321

JAKARTA, Mediasaham.com – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyiapkan dana maksimal Rp750 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 26 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Rencana buyback ICBP disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan di Jakarta pada 23 Oktober 2026. Pembelian kembali saham tersebut dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan.

Selain itu, rencana tersebut mengacu pada Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026 mengenai Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan.

Indomilk salah satu produk yang dijual oleh Indofood CBP Sukses Makmur. Dok/ICBP

ICBP Siapkan Dana Buyback Rp750 Miliar

Dalam keterbukaan informasi, ICBP menyatakan akan menggunakan dana yang berasal dari kas internal perseroan untuk melaksanakan rencana pembelian kembali saham.

Nilai maksimum dana yang disiapkan mencapai Rp750.000.000.000 atau Rp750 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan dan biaya lainnya yang terkait dengan rencana buyback.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak lebih dari 20% dari modal disetor perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan free float yang berlaku.

Dengan demikian, nilai Rp750 miliar merupakan batas maksimum dana yang disiapkan ICBP untuk aksi korporasi tersebut, sedangkan realisasi pembelian saham dapat bergantung pada kondisi perdagangan selama periode buyback.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham