Bank Aladin Syariah Cetak Laba Operasional Rp130,18 Miliar, tapi Laba Bersih Anjlok 63% hingga September 2026

Mediasaham.com, Jakarta — PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK) membukukan laba neto sebesar Rp47,26 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, turun 63,10% dibandingkan Rp128,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba bersih tersebut terjadi meskipun kinerja operasional Bank Aladin Syariah mengalami perbaikan signifikan. Laba operasional mencapai Rp130,18 miliar, melonjak 207,80% dari Rp42,29 miliar pada sembilan bulan 2025.

Kantor Pusat Bank Aladin yang beralamat di Capital Place, Lantai 27 Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 18. Dok/Aladin

Ringkasan Kinerja Keuangan Bank Aladin Syariah September 2026

Berikut perbandingan kinerja Bank Aladin Syariah untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 30 September 2025. Posisi keuangan dibandingkan dengan 31 Desember 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah dan telah dikonversi ke satuan miliar atau triliun agar lebih mudah dibaca, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan pengelolaan dana Rp595,58 miliar Rp648,67 miliar -8,18%
Hak bagi hasil milik bank Rp247,98 miliar Rp75,69 miliar +227,67%
Pendapatan usaha lainnya Rp368,96 miliar Rp389,49 miliar -5,27%
Laba operasional Rp130,18 miliar Rp42,29 miliar +207,80%
Laba sebelum pajak Rp44,41 miliar Rp128,15 miliar -65,35%
Laba neto Rp47,26 miliar Rp128,15 miliar -63,10%
Laba per saham Rp3,36 Rp9,21 -63,52%
Total aset Rp14,42 triliun Rp15,94 triliun -9,50%

Laba Operasional Bank Aladin Syariah Melonjak 207%

Kinerja operasional Bank Aladin Syariah menunjukkan perbaikan yang cukup kuat sepanjang Januari-September 2026. Laba operasional mencapai Rp130,18 miliar, dibandingkan Rp42,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama didukung oleh meningkatnya hak bagi hasil milik bank menjadi Rp247,98 miliar dari Rp75,69 miliar. Secara nominal, pos ini bertambah sekitar Rp172,30 miliar atau 227,67%.

Di sisi lain, total pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib justru turun menjadi Rp595,58 miliar dari Rp648,67 miliar. Penurunan tersebut berasal dari pendapatan margin, bagi hasil dan ujrah yang turun menjadi Rp431,60 miliar dari Rp436,52 miliar, meskipun pendapatan usaha utama lainnya meningkat menjadi Rp217,07 miliar.

Pos Laba Rugi 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan dari margin, bagi hasil dan ujrah Rp431,60 miliar Rp436,52 miliar -1,13%
Pendapatan usaha utama lainnya Rp217,07 miliar Rp159,06 miliar +36,47%
Total pendapatan pengelolaan dana Rp595,58 miliar Rp648,67 miliar -8,18%
Hak pihak ketiga atas bagi hasil -Rp572,98 miliar -Rp347,60 miliar +64,85%
Hak bagi hasil milik bank Rp247,98 miliar Rp75,69 miliar +227,67%
Pendapatan imbalan jasa perbankan Rp334,97 miliar Rp328,10 miliar +2,09%
Keuntungan penjualan surat berharga Rp54,38 miliar Rp40,81 miliar +33,26%
Total pendapatan usaha lainnya Rp368,96 miliar Rp389,49 miliar -5,27%

Beban Operasional Turun 7,6%

Perbaikan laba operasional juga didukung oleh pengendalian biaya. Total beban operasional Bank Aladin Syariah turun menjadi Rp417,86 miliar dari Rp452,09 miliar pada sembilan bulan 2025, atau berkurang 7,57%.

Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp225,68 miliar dari Rp231,37 miliar. Beban gaji dan kesejahteraan karyawan juga turun menjadi Rp89,73 miliar dari Rp111,71 miliar.

Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi turun menjadi Rp27,00 miliar dari Rp33,06 miliar. Penurunan berbagai beban tersebut membantu mengangkat laba operasional secara signifikan.

Beban Operasional 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Umum dan administrasi -Rp225,68 miliar -Rp231,37 miliar -2,46%
Gaji dan kesejahteraan karyawan -Rp89,73 miliar -Rp111,71 miliar -19,67%
Promosi -Rp60,66 miliar -Rp63,92 miliar -5,09%
Penyusutan dan amortisasi -Rp27,00 miliar -Rp33,06 miliar -18,32%
Lain-lain -Rp14,79 miliar -Rp12,04 miliar +22,85%
Total beban operasional -Rp417,86 miliar -Rp452,09 miliar -7,57%

Laba Bersih Anjlok Meski Laba Operasional Melonjak

Perbedaan paling mencolok dalam laporan keuangan Bank Aladin Syariah terjadi antara laba operasional dan laba bersih. Setelah membukukan laba operasional Rp130,18 miliar, laba sebelum pajak justru hanya mencapai Rp44,41 miliar.

Pos pendapatan atau beban non-operasional tercatat Rp2,12 miliar pada 2026, berbalik dari beban non-operasional Rp2,03 miliar pada 2025. Bank juga mencatat manfaat pajak neto Rp2,85 miliar pada periode berjalan.

Dengan demikian, laba neto yang dibukukan mencapai Rp47,26 miliar, turun 63,10% dibandingkan Rp128,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba bersih tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kinerja operasional belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba akhir periode. Salah satu faktor utama yang terlihat dari laporan adalah meningkatnya hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
  2. Laporan Keuangan PJAA  September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
  3. Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
  4. Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
  5. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  6. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
  7. Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
  8. Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar 
  9. Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
  10. Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
  11. Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
  12. Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
  13. Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
  14. SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
  15. Bank Aladin Syariah Cetak Laba Operasional Rp130,18 Miliar, tapi Laba Bersih Anjlok 63% hingga September 2026

Aset Bank Aladin Syariah Turun Menjadi Rp14,42 Triliun

Per 30 September 2026, total aset Bank Aladin Syariah tercatat Rp14,42 triliun, turun 9,50% dari Rp15,94 triliun pada 31 Desember 2025.

Penurunan aset antara lain terlihat pada giro dan penempatan pada Bank Indonesia yang turun menjadi Rp3,85 triliun dari Rp4,51 triliun. Piutang murabahah neto turun menjadi Rp29,71 miliar dari Rp37,01 miliar.

Sementara itu, pembiayaan musyarakah neto meningkat menjadi Rp4,11 triliun dari Rp4,59 triliun? Berdasarkan angka laporan yang diberikan, saldo bruto pembiayaan musyarakah per 30 September 2026 sebesar Rp4,18 triliun dengan cadangan Rp65,19 miliar, sehingga saldo neto sebesar Rp4,11 triliun, turun dari Rp4,59 triliun pada akhir 2025.

Bank juga mencatat kenaikan aset tetap dan aset hak-guna neto menjadi Rp958,12 miliar dari Rp19,48 miliar pada akhir 2025.

Pos Aset 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Kas Rp610 juta Rp482 juta +26,56%
Giro dan penempatan pada Bank Indonesia Rp3,85 triliun Rp4,51 triliun -14,72%
Investasi pada surat berharga - neto Rp5,69 triliun Rp4,46 triliun +27,02%
Piutang murabahah - neto Rp29,71 miliar Rp37,01 miliar -19,72%
Pinjaman qardh - neto Rp973,99 miliar Rp499,66 miliar +94,93%
Pembiayaan musyarakah - neto Rp4,11 triliun Rp4,59 triliun -10,13%
Aset tetap dan hak-guna - neto Rp958,12 miliar Rp19,48 miliar +4.820,36%
Total aset Rp14,42 triliun Rp15,94 triliun -9,50%

Dana Syirkah Temporer Turun 2,3%

Dari sisi penghimpunan dana, total dana syirkah temporer Bank Aladin Syariah mencapai Rp10,40 triliun pada 30 September 2026, turun 2,26% dibandingkan Rp10,64 triliun pada akhir 2025.

Tabungan mudharabah justru tumbuh signifikan menjadi Rp2,01 triliun dari Rp1,09 triliun. Namun, deposito mudharabah turun menjadi Rp8,61 triliun dari Rp9,30 triliun.

Dana Syirkah Temporer 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Giro mudharabah Rp21,05 miliar Rp7,12 miliar +195,72%
Tabungan mudharabah Rp2,01 triliun Rp1,09 triliun +84,57%
Deposito mudharabah Rp8,61 triliun Rp9,30 triliun -7,45%
Total dana syirkah temporer Rp10,40 triliun Rp10,64 triliun -2,26%

Liabilitas Melonjak karena Penerbitan Surat Berharga

Total liabilitas Bank Aladin Syariah per 30 September 2026 tercatat Rp1,97 triliun, naik tajam dibandingkan Rp734,27 miliar pada akhir 2025.

Salah satu faktor utama kenaikan tersebut adalah munculnya surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp1,03 triliun pada September 2026, sementara pada akhir 2025 belum terdapat saldo pada pos tersebut.

Liabilitas lain-lain juga meningkat menjadi Rp873,58 miliar dari Rp677,09 miliar. Sementara itu, liabilitas segera naik menjadi Rp51,48 miliar dari Rp40,20 miliar.

Pos Liabilitas 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Liabilitas segera Rp51,48 miliar Rp40,20 miliar +28,05%
Simpanan wadiah Rp10,10 miliar Rp5,57 miliar +81,41%
Surat berharga yang diterbitkan Rp1,03 triliun - -
Liabilitas lain-lain Rp873,58 miliar Rp677,09 miliar +29,02%
Total liabilitas Rp1,97 triliun Rp734,27 miliar +168,65%

Ekuitas Bank Aladin Syariah Rp3,29 Triliun

Total ekuitas Bank Aladin Syariah per 30 September 2026 mencapai Rp3,29 triliun, turun tipis dari Rp3,32 triliun pada akhir 2025.

Modal saham meningkat menjadi Rp1,41 triliun dari Rp1,39 triliun. Tambahan modal disetor juga naik menjadi Rp967,38 miliar dari Rp965,67 miliar.

Namun, saldo rugi dari kegiatan syariah membaik menjadi negatif Rp696,95 miliar dibandingkan negatif Rp744,21 miliar pada akhir 2025. Dengan demikian, defisit dari kegiatan syariah berkurang sekitar Rp47,26 miliar, sejalan dengan laba neto yang dibukukan sepanjang periode berjalan.

Pos Ekuitas 30 Sep 2026 31 Des 2025
Modal saham Rp1,41 triliun Rp1,39 triliun
Tambahan modal disetor Rp967,38 miliar Rp965,67 miliar
Dana setoran modal Rp1,64 triliun Rp1,64 triliun
Saldo rugi kegiatan syariah -Rp696,95 miliar -Rp744,21 miliar
Total ekuitas Rp3,29 triliun Rp3,32 triliun

Laba per Saham Turun Menjadi Rp3,36

Laba per saham dasar Bank Aladin Syariah pada sembilan bulan 2026 tercatat Rp3,36 per saham, turun 63,52% dari Rp9,21 per saham pada periode yang sama 2025.

Penurunan laba per saham tersebut sejalan dengan penurunan laba neto periode berjalan. Pada saat yang sama, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat menjadi 14.089.731.085 saham dari 13.918.499.863 saham pada akhir 2025.

Kesimpulan Kinerja Bank Aladin Syariah September 2026

Bank Aladin Syariah menunjukkan perbaikan pada level operasional sepanjang sembilan bulan 2026. Laba operasional melonjak 207,80% menjadi Rp130,18 miliar, ditopang kenaikan hak bagi hasil milik bank dan penurunan beban operasional.

Namun, perbaikan tersebut belum menghasilkan pertumbuhan laba bersih. Laba neto justru turun 63,10% menjadi Rp47,26 miliar dari Rp128,15 miliar. Kondisi tersebut membuat laba per saham turun menjadi Rp3,36 dari Rp9,21.

Dari sisi neraca, total aset turun 9,50% menjadi Rp14,42 triliun. Dana syirkah temporer relatif stabil di Rp10,40 triliun, sedangkan total liabilitas melonjak menjadi Rp1,97 triliun, terutama setelah perseroan mencatat surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp1,03 triliun.

Dengan demikian, laporan September 2026 memperlihatkan dua sisi kinerja Bank Aladin Syariah: operasi yang semakin positif, tetapi laba akhir yang masih menghadapi tekanan.

FAQ Bank Aladin Syariah September 2026

Berapa laba Bank Aladin Syariah hingga September 2026?

Bank Aladin Syariah membukukan laba neto sebesar Rp47,26 miliar pada sembilan bulan 2026, turun 63,10% dibandingkan Rp128,15 miliar pada periode yang sama 2025.

Berapa laba operasional Bank Aladin Syariah?

Laba operasional Bank Aladin Syariah mencapai Rp130,18 miliar hingga September 2026, melonjak 207,80% dari Rp42,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa total aset Bank Aladin Syariah?

Total aset Bank Aladin Syariah per 30 September 2026 mencapai Rp14,42 triliun, turun 9,50% dibandingkan Rp15,94 triliun pada akhir 2025.

Berapa laba per saham Bank Aladin Syariah?

Laba per saham dasar Bank Aladin Syariah tercatat Rp3,36 pada sembilan bulan 2026, turun dari Rp9,21 pada periode yang sama 2025.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham