Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun

Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun

JAKARTA, Mediasaham.com – Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba bersih (entitas induk) meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membuktikan ketangguhan operasionalnya dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2025, perusahaan berhasil mengoptimalkan seluruh lini bisnis untuk mencetak laba yang impresif bagi para pemangku kepentingan.

I. Laporan Laba Rugi: Penjualan dan Keuntungan Melonjak Tajam

ANTAM berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, didorong oleh volume penjualan yang masif:

  • Penjualan Bersih: Mencapai Rp72,02 triliun, melonjak 66,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp43,20 triliun.
  • Laba Kotor: Tercatat sebesar Rp10,98 triliun, naik tajam 167,7% secara tahunan (YoY).
  • Laba Bersih: ANTAM sukses membukukan laba periode berjalan sebesar Rp6,61 triliun, meningkat drastis 196,6% dari posisi Rp2,22 triliun pada September 2024.
  • Earning Per Share (EPS): Laba bersih per saham melonjak menjadi Rp248,62 dari sebelumnya Rp91,60.

Poin Penting: Segmen Logam Mulia dan Pemurnian menyumbang kontribusi terbesar dengan nilai penjualan Rp58,90 triliun, membuktikan dominasi ANTAM di pasar emas domestik.

Laporan keuangan antam kuartal 3 tahun 2025
Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Per Saham 248,62. Sumber data dari laporan keuangan perseroan yang diolah oleh Tim Mediasaham.com

Indikator
(Dalam Jutaan Rupiah)
30 Sept 2025 30 Sept 2024 Pertumbuhan (%)
Penjualan Bersih 72.028.124 43.201.125 66,73%
Beban Pokok Penjualan (61.043.970) (39.097.924) 56,13%
Laba Kotor 10.984.154 4.103.201 167,70%
Beban Usaha (3.096.441) (2.239.383) 38,27%
Laba Usaha 7.887.713 1.863.818 323,20%
Laba Bersih (Entitas Induk) 5.974.579 2.201.262 171,41%
Sumber: Laporan Keuangan ANTM Q3 2025

Detail Segmen Operasi: Mengulas Performa Unit Bisnis

Manajemen Antam membagi operasionalnya ke dalam tiga segmen utama: Logam Mulia dan Pemurnian, Nikel, serta Bauksit dan Alumina. Berikut adalah analisis mendalam tiap segmen:

1. Segmen Logam Mulia dan Pemurnian (Emas & Perak)

Segmen ini tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar. [cite_start]Penjualan produk emas melonjak tajam dari Rp35,70 triliun pada Q3 2024 menjadi Rp58,67 triliun pada Q3 2025. Kenaikan ini didorong oleh volume penjualan yang kuat serta tren harga emas global yang terus menguat sebagai aset lindung nilai.

2. Segmen Nikel (Bijih Nikel & Feronikel)

Performa segmen nikel menunjukkan dinamika yang menarik. [cite_start]Penjualan Bijih Nikel tumbuh signifikan mencapai Rp9,52 triliun, naik tajam dari Rp3,50 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengompensasi penurunan penjualan Feronikel yang tercatat sebesar Rp1,62 triliun akibat fluktuasi harga nikel global yang menantang.

3. Segmen Bauksit dan Alumina

Unit bisnis Bauksit dan Alumina juga menunjukkan tren positif. [cite_start]Penjualan Alumina tercatat sebesar Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,11 triliun.Sementara itu, penjualan bijih bauksit mengalami lonjakan luar biasa dari hanya Rp48,4 miliar menjadi Rp588,5 miliar pada Q3 2025. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi hilirisasi dan penetapan pasar baru untuk bauksit.

II. Laporan Posisi Keuangan (Neraca): Struktur Modal Semakin Kokoh

Kesehatan finansial ANTAM tercermin dari pertumbuhan aset dan manajemen liabilitas yang terukur:

  • Total Aset: Meningkat menjadi Rp48,07 triliun (naik dari Rp44,52 triliun pada akhir 2024).
  • Aset Lancar: Terdapat kenaikan signifikan pada Kas dan Setara Kas yang mencapai Rp9,26 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dari posisi Desember 2024.
  • Total Liabilitas: Tercatat sebesar Rp12,87 triliun, dengan adanya pinjaman bank jangka panjang baru senilai Rp2,90 triliun untuk mendukung rencana ekspansi.
  • Ekuitas: Tumbuh menjadi Rp35,19 triliun, didorong oleh akumulasi Saldo Laba yang mencapai Rp16,82 triliun.

Poin Penting: Likuiditas perusahaan berada pada level yang sangat aman, memberikan fleksibilitas tinggi bagi manajemen untuk melakukan investasi strategis atau pembagian dividen.

III. Laporan Arus Kas dan Kinerja Operasional

Manajemen arus kas yang efisien menjadi kunci keberlanjutan bisnis ANTAM. Keberhasilan operasional tercermin dalam arus kas perusahaan. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat surplus Rp4,02 triliun, berbalik positif secara signifikan dari posisi defisit Rp172,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp9,26 triliun per 30 September 2025 memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mendanai proyek strategis tanpa ketergantungan tinggi pada utang eksternal.

Investasi Strategis: Perusahaan terus memperkuat posisi di sektor hilirisasi nikel, tercermin dari peningkatan nilai Investasi pada Entitas Asosiasi menjadi Rp8,74 triliun.

Kesimpulan untuk Investor

Kinerja ANTAM hingga September 2025 menunjukkan fundamental yang sangat solid. Lonjakan laba bersih hingga hampir tiga kali lipat dan posisi kas yang melimpah (Rp9,26 triliun) menjadi sinyal positif bahwa perusahaan mampu menavigasi volatilitas harga komoditas global dengan sangat baik. Bagi investor, efisiensi operasional dan pertumbuhan laba per saham (EPS) yang signifikan menjadikan saham ANTM memiliki daya tarik investasi yang kuat di sektor pertambangan saat ini.


Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Aneka Tambang Tbk per 30 September 2025.

Laporan Keuangan Bank BNI Oktober 2025, Laba Bersih Turun 6,3%

Laporan Keuangan Bank BNI Oktober 2025, Laba Bersih Turun 6,3%

analisa laporan keuangan bni
Ilustrasi Analisa Laporan Keungan. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Rangkuman

  1. Ekspansi Neraca Kuat: Total aset tumbuh lebih dari 15% YoY menjadi Rp1.191,9 triliun dan didukung oleh likuiditas melimpah (LDR turun ke 87,25%), menunjukkan kesiapan bank untuk ekspansi kredit besar-besaran.
  2. Profitabilitas Tertekan Sementara: Laba bersih terkoreksi 6,3% menjadi Rp16,92 triliun, terutama disebabkan oleh tekanan margin bunga (NIM turun ke 3,32%) dan langkah konservatif manajemen meningkatkan beban pencadangan (CKPN).
  3. Prospek Pertumbuhan Tinggi: Terdapat sinyal pipeline kredit yang sangat kuat, dibuktikan dengan lonjakan Tagihan Komitmen (undisbursed loan) dari Rp49,63 triliun menjadi Rp128,56 triliun, menjamin percepatan pendapatan bunga di periode mendatang.

Laporan Keuangan Bank BNI per 31 Oktober 2025 telah dirilis, memberikan gambaran krusial mengenai kesehatan salah satu bank terbesar di Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Data terbaru menunjukkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan aset yang agresif dan likuiditas yang melimpah, namun menghadapi tekanan pada laba bersih akibat strategi pencadangan yang konservatif.

Analisis ini menyajikan bedah tuntas kinerja bank only (individual) BNI, membandingkan data per 31 Oktober 2025 dengan periode yang sama pada tahun 2024.

Laporan Keuangan Superbank Oktober 2025: Analisis  & Prospek Investasi Superbank

Laporan Keuangan Superbank Oktober 2025: Analisis & Prospek Investasi Superbank

analisis laporan keuangan superbank 2025
Ilustrasi Melakukan analisis laporangan keuangan perusahaan. Pexels / Pixabay


1. Ringkasan

Kinerja Superbank hingga Oktober 2025 menandai tonggak sejarah penting: beralih dari fase “bakar uang” menjadi profitabilitas berkelanjutan. Laporan mencatat Laba Sebelum Pajak (PBT) Rp102 miliar, pencapaian signifikan di tengah kompetisi ketat bank digital.

Didukung ekosistem besar (Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank), Superbank tumbuh bukan hanya dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga dari efisiensi finansial dan kualitas pertumbuhan.

Rugi Bersih LINK Melonjak Jadi Rp1,02 Triliun di 9M25, Margin Tertekan Lonjakan Beban Jaringan

Rugi Bersih LINK Melonjak Jadi Rp1,02 Triliun di 9M25, Margin Tertekan Lonjakan Beban Jaringan

Saham Link
Ilustrasi / Pixabay

Mediasaham.com, Jakarta  — PT Link Net Tbk (IDX: LINK), emiten penyedia layanan internet dan TV kabel, kembali mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Meski pendapatan tumbuh, kenaikan tajam pada beban jaringan membuat rugi bersih perseroan semakin dalam.

Rugi Bersih Membengkak

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/11), Link Net mencatat rugi bersih sebesar Rp1,02 triliun hingga 30 September 2025. Angka ini membengkak 27,1% dibandingkan rugi Rp801,54 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Baca: Laporan Keuangan Saratoga (SRTG) Q3 2025: Rugi Rp2,43 Triliun

Meningkatnya rugi bersih tersebut dipicu oleh lonjakan beban jaringan dan beban langsung lainnya yang naik lebih dari dua kali lipat, mencapai Rp1,21 triliun pada 9M25 dari Rp592,35 miliar pada 9M24.

Laba Bersih INOV Melesat 47,2% Sepanjang 9 Bulan 2025, Ini Penyebabnya!

Laba Bersih INOV Melesat 47,2% Sepanjang 9 Bulan 2025, Ini Penyebabnya!

daur ulang sampah plastik
Ilustrasi daur ulang saham. Foto Gino Crescoli by Pixabay


Mediasaham.com, Jakarta – Kinerja keuangan PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) kembali mencuri perhatian di 2025. Emiten daur ulang plastik ini berhasil mencatat lonjakan laba bersih hingga 47,2% sepanjang Januari–September 2025.

Laporan keuangan terbaru menunjukkan, laba tahun berjalan INOV mencapai Rp17,75 miliar, naik dari Rp12,05 miliar pada periode sama tahun lalu. Kenaikan ini mencerminkan strategi efisiensi dan pertumbuhan penjualan yang efektif.

Asri Karya Lestari (ASLI) Berbalik Rugi Rp26,99 Miliar di 9M25, Laba Bruto Anjlok 83,96% Akibat Tekanan Beban

Asri Karya Lestari (ASLI) Berbalik Rugi Rp26,99 Miliar di 9M25, Laba Bruto Anjlok 83,96% Akibat Tekanan Beban

 

asri karya lestari

Jakarta, Mediasaham.com — PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI) mencatatkan kinerja keuangan yang negatif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten konstruksi ini berbalik rugi setelah tahun sebelumnya masih mampu membukukan laba, seiring dengan penurunan tajam pendapatan dan lonjakan beban operasional.

Pendapatan dan Laba Bruto Tertekan

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/11), ASLI membukukan pendapatan sebesar Rp136,49 miliar hingga 30 September 2025. Nilai ini turun 24,57% dibandingkan Rp180,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun beban pokok pendapatan berhasil ditekan 5,7% menjadi Rp129,49 miliar, penurunan omzet yang cukup besar membuat laba bruto perseroan merosot tajam 83,96% menjadi Rp7 miliar dibandingkan Rp43,56 miliar pada 9M24.

Laba BLES Anjlok 61,2% di 9M25, Kenaikan Beban Tekan Margin Meski Penjualan Tumbuh Tipis

Laba BLES Anjlok 61,2% di 9M25, Kenaikan Beban Tekan Margin Meski Penjualan Tumbuh Tipis

 

produk bles

Jakarta, Mediasaham.com — PT Superior Prima Sukses Tbk (IDX: BLES), emiten produsen bata ringan dan bahan bangunan, melaporkan penurunan laba bersih signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Kenaikan beban pokok penjualan dan tingginya biaya usaha menjadi faktor utama tertekannya profitabilitas perusahaan meski penjualan masih tumbuh tipis.

Laporan Keuangan  Prima Multi Usaha Indonesia (PMUI) Q3 2025: Laba Bersih Naik 26%

Laporan Keuangan Prima Multi Usaha Indonesia (PMUI) Q3 2025: Laba Bersih Naik 26%

kinerja keuangan

Jakarta, Mediasaham.com — PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (IDX: PMUI) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Meskipun penjualan turun, laba bersih perseroan justru meningkat signifikan didukung efisiensi beban dan tambahan modal hasil initial public offering (IPO) pada pertengahan tahun.

Penjualan dan Laba Kotor

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/11), PMUI mencatatkan penjualan sebesar Rp2,82 triliun hingga 30 September 2025, turun 5,69% dibandingkan Rp2,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan turunnya penjualan, beban pokok penjualan juga menurun 5,71% menjadi Rp2,64 triliun dari Rp2,80 triliun di 9M24. Dengan demikian, laba bruto perseroan relatif stabil di Rp184,47 miliar, hanya turun 0,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba Bersih Indika Energy (INDY) Longsor 98,61% di 9M25, Pendapatan Turun ke USD1,44 Miliar

Laba Bersih Indika Energy (INDY) Longsor 98,61% di 9M25, Pendapatan Turun ke USD1,44 Miliar

solar energy

Jakarta, Mediasaham.com
— Kinerja keuangan PT Indika Energy Tbk (IDX: INDY) mengalami tekanan berat sepanjang sembilan bulan pertama 2025, seiring dengan penurunan tajam pendapatan dan laba bersih yang hampir tergerus habis.

Pendapatan dan Laba Kotor Menyusut

Mengutip laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10), Indika Energy mencatat pendapatan sebesar USD1,44 miliar hingga 30 September 2025, terkoreksi 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD1,78 miliar.

Penurunan pendapatan tersebut turut menekan laba kotor, yang turun 28,1% menjadi USD193,73 juta dari USD269,39 juta pada Januari–September 2024. Beban pokok kontrak dan penjualan ikut menurun 17,9% menjadi USD1,24 miliar dari sebelumnya USD1,51 miliar.

Laporan Keuangan Indofood CBP 9M25: Aset Tembus Rp132,4 Triliun, Laba Bersih Rp7,1 Triliun

Laporan Keuangan Indofood CBP 9M25: Aset Tembus Rp132,4 Triliun, Laba Bersih Rp7,1 Triliun

Indofood CBP

Jakarta, Mediasaham.com
— Emiten konsumer besar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP), mencatatkan kinerja keuangan solid selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2025, total aset perusahaan mencapai Rp132,41 triliun, naik +5,05% dibandingkan akhir 2024 yang senilai Rp126,04 triliun.

Kenaikan ini mencerminkan penguatan struktur keuangan, meskipun terdapat tekanan pada beban keuangan dan penurunan tipis laba bersih.

Rugi Bersih Sentra Food (FOOD) Menyusut 6,76% di Kuartal III 2025, Penjualan Naik 11,37%

Rugi Bersih Sentra Food (FOOD) Menyusut 6,76% di Kuartal III 2025, Penjualan Naik 11,37%

Sentra Food Indonesia

Jakarta, Mediasaham.com
— PT Sentra Food Indonesia Tbk (IDX: FOOD) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten produsen makanan olahan ini berhasil menekan rugi bersih meski beban pokok penjualan meningkat, sementara pendapatan tumbuh dua digit.

Pendapatan dan Laba Kotor

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin (3/11), FOOD membukukan penjualan bersih sebesar Rp65,25 miliar hingga 30 September 2025. Angka ini naik 11,37% dibandingkan Rp58,59 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Beban pokok penjualan meningkat 8,64% menjadi Rp56,20 miliar dari Rp51,73 miliar. Kenaikan tersebut masih dapat diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan, sehingga laba kotor naik 31,75% menjadi Rp9,04 miliar dibandingkan Rp6,86 miliar pada periode sebelumnya.

Rugi Usaha dan Rugi Bersih

Perseroan masih membukukan rugi usaha, namun jumlahnya menurun 10,71% menjadi Rp15,75 miliar dari rugi Rp17,64 miliar pada sembilan bulan pertama 2024.

Rugi sebelum pajak juga turun 7,39% menjadi Rp16,19 miliar dibandingkan Rp17,48 miliar tahun lalu. Sementara itu, rugi bersih tercatat sebesar Rp16,16 miliar, membaik 6,76% dibandingkan rugi bersih Rp17,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan rugi ini menunjukkan adanya efisiensi dalam operasional dan pengendalian biaya yang mulai terlihat sepanjang tahun berjalan.

Aset dan Liabilitas

Dari sisi neraca, total aset FOOD per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp47,46 miliar, menurun 2,08% dibandingkan Rp48,47 miliar pada akhir Desember 2024.

Sementara itu, total liabilitas meningkat signifikan 29,9% menjadi Rp65,76 miliar dari Rp50,61 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kewajiban jangka pendek yang berkaitan dengan aktivitas pembiayaan usaha.


Ringkasan Laporan Keuangan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD)

(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024 / 31 Desember 2024)
(Dalam miliar Rupiah)

Pos Keuangan 2025 2024 Perubahan (%)
Penjualan Bersih65,2558,59+11,37%
Beban Pokok Penjualan56,2051,73+8,64%
Laba Kotor9,046,86+31,75%
Rugi Usaha15,7517,64-10,71%
Rugi Sebelum Pajak16,1917,48-7,39%
Rugi Bersih16,1617,33-6,76%
Total Aset47,4648,47-2,08%
Total Liabilitas65,7650,61+29,9%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Tidak Diaudit PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), per 30 September 2025.

PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) mencatat peningkatan penjualan sebesar 11,37% dan berhasil mempersempit rugi bersih 6,76% hingga akhir September 2025. Meskipun beban pokok penjualan naik, margin laba kotor membaik signifikan, menunjukkan efisiensi yang mulai efektif. Namun, kenaikan liabilitas menjadi perhatian, menandakan kebutuhan pendanaan yang lebih besar untuk menopang operasional dan ekspansi usaha.

Laporan Keuangan Semen Indonesia (SMGR) Q3 2025: Laba Bersih Rontok 84,04% Jadi Rp114,83 Miliar

Laporan Keuangan Semen Indonesia (SMGR) Q3 2025: Laba Bersih Rontok 84,04% Jadi Rp114,83 Miliar

 

semen indonesia

Mediasaham.com, Jakarta — Kinerja keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (IDX: SMGR) masih menghadapi tekanan berat sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Emiten pelat merah sektor semen ini mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan, seiring pendapatan yang melemah dan beban operasional yang masih tinggi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit yang dipublikasikan melalui laman resmi Indonesia Stock Exchange (IDX), Jumat (31/10), laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp114,83 miliar hingga 30 September 2025. Angka ini merosot tajam 84,04 persen dibandingkan Rp719,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 Laporan Keuangan ABM Investama (ABMM) Q3 2025: Laba Bersih Anjlok 62,1% Jadi USD 42,4 Juta

Laporan Keuangan ABM Investama (ABMM) Q3 2025: Laba Bersih Anjlok 62,1% Jadi USD 42,4 Juta

 

pertambangan

Jakarta, Mediasaham.com — PT ABM Investama Tbk (IDX: ABMM) melaporkan penurunan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2025 di tengah fluktuasi harga batu bara dan cuaca ekstrem di area tambang. Emiten energi terintegrasi milik Grup Tiara Marga Trakindo ini mencatatkan laba bersih USD 42,4 juta atau turun 62,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 111,9 juta.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pendapatan konsolidasian yang juga menurun 12,5 persen year-on-year (yoy) menjadi USD 781,6 juta dari USD 893,5 juta pada 9M24. Adjusted EBITDA tercatat sebesar USD 280,7 juta, turun 39,8 persen dibanding tahun lalu.

Menurut laporan resmi perusahaan, pelemahan harga batu bara global serta gangguan cuaca ekstrem pada semester pertama menekan aktivitas pengupasan lapisan tanah (overburden removal) dan volume produksi batu bara.


Peningkatan Kinerja Kuartal III dan Optimisme ke Depan

Meski secara tahunan masih menurun, manajemen mencatat adanya pemulihan yang kuat secara kuartalan. Pada kuartal III/2025, volume pengupasan tanah meningkat 15,6 persen quarter-on-quarter (qoq), sedangkan pengambilan batu bara naik 12,8 persen. Kondisi ini mendorong pendapatan naik 7,0 persen qoq dengan laba kotor tumbuh signifikan 39,5 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Direktur ABMM, Hans Manoe, menegaskan bahwa Perseroan tetap fokus pada efisiensi biaya, produktivitas operasional, dan manajemen keuangan yang disiplin.

“Kami bergerak cepat mengeksekusi inisiatif strategis untuk memperbaiki kinerja pasca semester pertama yang menantang. Momentum pemulihan kuartal ketiga menjadi pondasi menuju hasil yang lebih kuat di kuartal terakhir,” ujarnya.


Segmen Bisnis: Logistik dan Fabrikasi Masih Solid

Dari sisi operasional, volume pengupasan tanah turun 12 persen yoy menjadi 178,6 juta bank cubic meter (Mbcm), sementara pengambilan batu bara menurun 14,2 persen menjadi 24,8 juta ton.

Bisnis perdagangan bahan bakar mengalami penurunan volume 14,4 persen menjadi 282 juta liter, namun segmen logistik masih menunjukkan ketahanan dengan tingkat pengiriman tepat waktu (on-time delivery) sebesar 94 persen.

Cek Juga info Laporan Keuangan Bukit Asam Tbk (PTBA) Q3 2025: Laba Bersih Longsor 57%

Sementara bisnis jasa dan fabrikasi justru meningkat efisiensinya dengan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap (on-time in-full) mencapai 83,7 persen, naik dari 77 persen pada tahun sebelumnya.


Kinerja Laporan Keuangan ABMM 9M25

Pos Keuangan 9M24 9M25 Perubahan (%)
Pendapatan USD 893,5 juta USD 781,6 juta -12,5%
Adjusted EBITDA USD 466,7 juta USD 280,7 juta -39,8%
Laba Bersih USD 111,9 juta USD 42,4 juta -62,1%
Total Aset USD 2.131,9 juta USD 2.079,0 juta -2,5%
Total Liabilitas USD 1.316,2 juta USD 1.213,8 juta -7,8%
Ekuitas USD 820,7 juta USD 865,2 juta +5,4%

Fokus Keberlanjutan dan ESG

ABM Investama terus memperkuat inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, governance/ESG).
Beberapa capaian keberlanjutan tahun 2025 antara lain:

  • Pemasangan panel surya 643,8 kWp di lokasi tambang Jambi.

  • Pengurangan emisi karbon hingga 110 ton CO₂e sejak 2022 di unit logistik.

  • Program sosial “Journey of Aranio Coffee” yang meraih penghargaan CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan 2025 dari Kementerian Desa.

Perseroan juga menerima Merit Achievement Award dari InvestorTrust serta menjadi Kandidat Platinum ASRRAT 2025, menegaskan komitmen kuat terhadap nilai berkelanjutan dan tata kelola korporasi.

Laporan Keuangan PANI Kuartal III 2025: Laba Bersih Melonjak 62,62%

Laporan Keuangan PANI Kuartal III 2025: Laba Bersih Melonjak 62,62%

PANI

Jakarta, Mediasaham.com — PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (IDX: PANI) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten properti yang berada di bawah naungan PT Multi Artha Pratama ini mencatatkan lonjakan laba bersih lebih dari 60% seiring peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.

Pendapatan dan Laba Bruto

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan Jumat (31/10), PANI membukukan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun hingga 30 September 2025, naik 48,33% dibandingkan Rp2,09 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Beban pokok pendapatan hanya meningkat 18,68% year on year menjadi Rp1,07 triliun dari Rp902,5 miliar. Efisiensi biaya ini mendorong lonjakan laba bruto 69,17% menjadi Rp2,03 triliun dari Rp1,20 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.

Laba Operasional dan Laba Bersih

Laba sebelum pajak tercatat Rp1,63 triliun, naik signifikan 68,16% dibandingkan Rp968,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp1,63 miliar, laba tahun berjalan mencapai Rp1,63 triliun, meningkat 69,18% dibandingkan Rp961,6 miliar pada 9M24.

Cek Juga info Laporan Keuangan Bukit Asam Tbk (PTBA) Q3 2025: Laba Bersih Longsor 57%

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp791,3 miliar, melesat 62,62% dibandingkan Rp486,6 miliar pada tahun sebelumnya.

Aset, Liabilitas, dan Ekuitas

Per 30 September 2025, total aset PANI tercatat Rp49,46 triliun, meningkat 6,21% dibandingkan Rp46,59 triliun pada akhir 2024.

Total liabilitas berhasil ditekan 6,16% menjadi Rp18,75 triliun dari Rp19,98 triliun, dengan kewajiban jangka pendek masih mendominasi sebesar Rp15,67 triliun.

Baca juga informasi Laporan Keuangan Adaro Andalan (AADI) Q3 2025: Laba Bersih Anjlok 45%

Sementara itu, total ekuitas naik 15,49% menjadi Rp30,71 triliun dibandingkan Rp26,59 triliun pada akhir Desember 2024, menunjukkan penguatan posisi keuangan dan kenaikan nilai perusahaan.

Likuiditas dan Posisi Kas

Jumlah kas dan setara kas PANI per akhir September 2025 tercatat Rp4,6 triliun, naik dari Rp4,29 triliun pada akhir 2024. Peningkatan kas ini mencerminkan kemampuan perseroan menjaga likuiditas di tengah ekspansi dan aktivitas pembangunan proyek properti yang sedang berjalan.


Ringkasan Kinerja Keuangan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)

(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam miliar Rupiah)

Pos Keuangan 2025 2024 Perubahan (%)
Pendapatan 3.100 2.090 +48,33%
Beban Pokok Pendapatan 1.070 902,5 +18,68%
Laba Bruto 2.030 1.200 +69,17%
Laba Sebelum Pajak 1.630 968,55 +68,16%
Laba Tahun Berjalan 1.630 961,6 +69,18%
Laba ke Induk 791,3 486,6 +62,62%
Total Aset 49.460 46.590 +6,21%
Total Liabilitas 18.750 19.980 -6,16%
Total Ekuitas 30.710 26.590 +15,49%
Kas dan Setara Kas 4.600 4.290 +7,23%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Tidak Diaudit PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), per 30 September 2025.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (IDX: PANI) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada sembilan bulan pertama 2025 dengan kenaikan laba bersih 62,62% dan pendapatan 48,33%. Laba bruto melonjak hampir 70% seiring efisiensi beban dan pertumbuhan proyek properti. Dengan posisi kas Rp4,6 triliun dan liabilitas yang menurun, PANI menunjukkan struktur keuangan yang sehat untuk menopang ekspansi jangka panjangnya.

Laporan Keuangan Bukit Asam Tbk (PTBA) Q3 2025: Laba Bersih Longsor 57%

Laporan Keuangan Bukit Asam Tbk (PTBA) Q3 2025: Laba Bersih Longsor 57%

batubara

Jakarta, Mediasaham.com — PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun hingga periode sembilan bulan pertama 2025 (9M25), longsor 57 persen dibandingkan Rp3,26 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, perusahaan pelat merah anggota grup MIND ID ini tetap mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan produksi dan penjualan batu bara masing-masing 9 persen dan 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyebutkan bahwa di tengah tekanan harga batu bara global yang menurun, perseroan berhasil menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya dan optimalisasi pasar domestik.

Laporan Keuangan Adaro Andalan (AADI) Q3 2025: Laba Bersih Anjlok 45%

Laporan Keuangan Adaro Andalan (AADI) Q3 2025: Laba Bersih Anjlok 45%

Adaro Indonesia

Mediasaham.com, Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (IDX: AADI) melaporkan penurunan kinerja keuangan pada kuartal III-2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun signifikan menjadi US$587,32 juta, atau merosot 45,36% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,07 miliar.

Pendapatan usaha tercatat sebesar US$3,61 miliar, turun 10,9% dari US$4,05 miliar pada periode Januari–September 2024. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya harga batubara global dan berkurangnya volume penjualan di tengah biaya produksi yang tetap tinggi.

Beban pokok pendapatan menurun dari US$2,93 miliar menjadi US$2,67 miliar (turun 9,03%), sehingga laba bruto ikut terkoreksi menjadi US$943,26 juta, lebih rendah 15,8% dari US$1,12 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca juga info mengenai  Laporan Keuangan ABM Investama (ABMM) Q3 2025: Laba BersihAnjlok 62,1% Jadi USD 42,4 Juta

Setelah memperhitungkan beban usaha sebesar US$171,81 juta dan pendapatan lain-lain yang juga anjlok drastis dari US$326,26 juta menjadi hanya US$39,11 juta, laba usaha AAI turun tajam menjadi US$810,55 juta, atau turun 34,8% secara tahunan.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham